KPM Terbukti Melakukan Pelanggaran, Bansos Tidak Bisa Cair Lagi, Ini Penjelasannya

Eli Kustiyawati • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 06:17 WIB
Ilustrasi pendampingan sosial KPM sebelum pencairan bansos (YouTube Linjamsos Oke)
Ilustrasi pendampingan sosial KPM sebelum pencairan bansos (YouTube Linjamsos Oke)

RADAR BOGOR - Salah satu penyebab paling banyak dikeluhkan oleh keluarga penerima manfaat atau KPM bantuan sosial (bansos) saat ini adalah status exclude akibat indikasi keterlibatan dalam game online terlarang.

Namun dilansir dari YouTube Pendamping Sosial, ada perbedaan penanganan antara kasus yang hanya bersifat indikasi dengan kasus yang memang sudah terbukti benar-benar terlibat game online terlarang.

Salah satu kasus yang cukup banyak dialami masyarakat adalah ketika status bansos tiba-tiba exclude karena game online terlarang, dan setelah ditelusuri ternyata benar merupakan salah satu anggota keluarga, misalnya anak, yang memang terbukti melakukan transaksi game online terlarang tersebut.

Pertanyaan yang paling sering muncul dari kasus semacam ini adalah, apakah masih ada solusi agar bansos bisa cair kembali.

Baca Juga: Empat Jenis Bansos yang Masih Cair Tahap 3, Bagi yang Belum Cair Jangan Buru-buru Panik

Untuk kasus yang memang sudah terbukti benar terjadi, bukan sekadar indikasi, jawabannya cukup mengecewakan.

Data kepesertaan bansos pada kasus yang terbukti game online terlarang akan langsung terblokir secara otomatis oleh sistem.

Sampai saat ini, belum ada solusi maupun mekanisme sanggahan yang bisa digunakan untuk kasus yang sudah terbukti tersebut.

Meskipun pihak keluarga mengajukan sanggahan, prosesnya tetap tidak akan diloloskan oleh petugas maupun sistem, karena statusnya sudah dinyatakan terbukti, bukan sekadar indikasi.

Baca Juga: Bansos Tahap 3 Tidak Cair karena Terindikasi Game Online Terlarang, Simak Solusi Lengkapnya

Berbeda halnya dengan kasus yang hanya bersifat indikasi dan tidak terbukti, di mana keluarga yang bersangkutan sama sekali tidak melakukan transaksi game online terlarang, misalnya karena identitasnya disalahgunakan oleh pihak lain.

Untuk kasus semacam ini, masih terbuka kesempatan untuk mengajukan sanggahan melalui pihak desa, kelurahan, maupun pendamping sosial setempat, agar status kepesertaan bisa kembali dipulihkan.

Kondisi ini menjadi pengingat penting bagi seluruh keluarga penerima manfaat untuk senantiasa menjaga data kepesertaan bansos dengan baik.

Pastikan tidak ada satu pun anggota keluarga, baik itu orang tua maupun anak, yang terlibat dalam aktivitas game online terlarang, karena dampaknya bisa dirasakan oleh seluruh anggota keluarga yang tercatat dalam satu Kartu Keluarga, bahkan berpotensi menghilangkan hak atas bantuan sosial secara permanen tanpa ada jalan sanggahan.

Baca Juga: Bansos Tahap 3 Tidak Cair karena Daya Listrik PLN Besar? Ini Solusinya

Bagi keluarga yang saat ini mengalami kasus serupa dan sudah terbukti benar terlibat game online terlarang, disarankan untuk tetap bersabar sambil menunggu kemungkinan adanya kebijakan baru dari pemerintah pusat di kemudian hari yang dapat membuka kembali kesempatan menerima bantuan sosial.

Sementara bagi keluarga yang saat ini masih lancar menerima bansos, penting untuk terus menjaga kondisi data dan tidak menyalahgunakan bantuan sosial di luar peruntukannya, agar status kepesertaan tetap terjaga dengan baik pada tahap-tahap pencairan berikutnya.***

Editor : Eli Kustiyawati
Sumber : YouTube Pendampingan Sosial
bantuan sosial kpm bansos exclude