KPM Terkejut, Saldo Bansos Tiba-Tiba Masuk Rp4,19 Juta di Kartu KKS, Ini Penjelasan Lengkapnya

Eli Kustiyawati • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 06:51 WIB
Ilustrasi KPM cairkan bansos (YouTube Kemensos RI)
Ilustrasi KPM cairkan bansos (YouTube Kemensos RI)

RADAR BOGOR - Belakangan ini media sosial dihebohkan dengan unggahan salah satu keluarga penerima manfaat atau KPM yang memperlihatkan bukti transaksi bansos di agen BRILink.

Dilansir dari YouTube Info Bansos, pada struk mesin EDC tersebut tertera angka transfer berhasil sebesar Rp4.190.000.

KPM yang bersangkutan sampai terkejut, karena biasanya hanya menerima bansos BPNT dengan nominal Rp600.000, namun kali ini saldo yang masuk jauh lebih besar dari biasanya.

Banyak yang mempertanyakan apakah kejadian ini merupakan error sistem.

Baca Juga: KPM Terbukti Melakukan Pelanggaran, Bansos Tidak Bisa Cair Lagi, Ini Penjelasannya

Namun, jika ditelusuri lebih lanjut, fenomena ini sebenarnya bukan kesalahan sistem, melainkan hal yang wajar terjadi, khususnya dalam skema penyaluran bertahap bagi KPM yang baru saja memperoleh kartu KKS baru atau baru tervalidasi oleh sistem Kementerian Sosial.

Beberapa KPM yang memiliki kartu KKS baru memang kerap menerima pencairan dana sekaligus untuk beberapa tahap, atau biasa dikenal dengan istilah rapelan ganda.

Sebagai gambaran, ada KPM yang awalnya hanya terdaftar sebagai penerima BPNT murni.

Pada triwulan ketiga ini, data KPM tersebut tervalidasi oleh sistem dan dimasukkan ke dalam komponen Program Keluarga Harapan (PKH), misalnya karena memiliki komponen anak balita, lansia, atau disabilitas dalam keluarganya.

Baca Juga: Empat Jenis Bansos yang Masih Cair Tahap 3, Bagi yang Belum Cair Jangan Buru-buru Panik

Ketika sistem mencairkan akumulasi dana PKH untuk tahap kedua dan tahap ketiga, misalnya masing-masing sebesar Rp1.500.000 sehingga totalnya mencapai Rp3.000.000, ditambah dengan BPNT tahap kedua dan ketiga sebesar Rp600.000 per tahap atau total Rp1.200.000, maka total dana yang masuk secara bersamaan bisa mencapai kisaran Rp4.200.000.

Nominal tersebut merupakan akumulasi bantuan yang sempat tertunda pencairannya, ditambah dengan perubahan status validasi dari sebelumnya hanya penerima BPNT murni menjadi penerima gabungan PKH dan BPNT.

Bagi KPM yang mengalami penambahan saldo signifikan seperti ini, disarankan untuk memanfaatkannya sebaik mungkin demi memenuhi kebutuhan keluarga, mulai dari bahan pangan pokok hingga kebutuhan lainnya yang mendesak.

Baca Juga: Bansos Tahap 3 Tidak Cair karena Terindikasi Game Online Terlarang, Simak Solusi Lengkapnya

Selain fenomena rapelan tersebut, penyaluran reguler BPNT tahap ketiga dengan nominal Rp600.000 juga masih terus berlangsung melalui bank penyalur Himbara seperti Bank BNI, BRI, Mandiri, hingga Bank BSI khusus wilayah Aceh.

Bagi KPM yang mendapati bantuannya cair dua kali dalam bulan Agustus ini, perlu dipahami bahwa hal tersebut bukan berarti tahap ketiga dicairkan dua kali, melainkan gabungan antara susulan tahap kedua yang baru cair bersamaan dengan alokasi tahap ketiga yang sedang berjalan.

Sementara itu, bagi KPM yang statusnya masih menunjukkan SP2D atau belum berubah menjadi SI, disarankan untuk tetap bersabar karena proses verifikasi dari KPPN masih berlangsung.

Sisa kuota penerima yang belum tercairkan, sekitar 20 hingga 30 persen, dijadwalkan akan masuk pada gelombang atau termin susulan berikutnya.***

Editor : Eli Kustiyawati
Sumber : Youtube Info Bansos
bpnt kpm bansos