RADAR BOGOR - Kasus bantuan sosial PKH dan BPNT yang tidak cair akibat terindikasi game online terlarang masih banyak ditemukan di lapangan.
Pendamping PKH, Achmad Haris Efendy dalam YouTube Ach Haris Efendy, bahkan sempat melakukan kunjungan langsung untuk memastikan kebenaran salah satu kasus yang dialami keluarga penerima manfaat atau KPM di wilayahnya.
"Kemarin saya juga sempat terjun lapangan, ternyata didapati benar di mana identitas dari keluarga penerima bansos ini terkendala game online terlarang. Meskipun yang melakukan bukan penerima bansos atau pengurusnya, tapi ternyata ada anggota keluarga lain yang masih dalam satu kartu KK itu mengakui melakukan hal tersebut," ungkap Achmad Haris Efendy.
Baca Juga: Walau Bansos PKH BPNT Tidak Cair karena Pelanggaran, Tiga Bantuan Ini Masih Bisa Diterima
Temuan ini menunjukkan bahwa indikasi game online terlarang yang menyebabkan bansos tidak cair tidak selalu dilakukan oleh penerima manfaat atau pengurus utama kartu keluarga, melainkan bisa juga dilakukan oleh anggota keluarga lain yang tercatat dalam satu Kartu Keluarga yang sama.
Kondisi ini kemudian berdampak pada terhentinya penyaluran PKH dan BPNT bagi seluruh anggota keluarga tersebut.
Terkait solusi yang bisa ditempuh, Achmad Haris Efendy menjelaskan bahwa langkah pertama yang wajib dilakukan adalah menutup akses rekening atau dompet digital yang terindikasi digunakan untuk transaksi game online terlarang.
Baca Juga: Pengen Bentuk Tubuh Ideal, Ini 3 Rekomendasi Tempat Gym Rating Tertinggi di Bogor
"Solusinya yaitu penutupan rekening. Jadi penutupan rekening ataupun e-wallet yang terdeteksi digunakan untuk tindakan yang tidak semestinya itu dimohonkan untuk ditutup," jelasnya.
Setelah proses penutupan berhasil dilakukan, bukti penutupan tersebut wajib dikumpulkan sebagai kelengkapan dokumen pelaporan kepada pihak desa, kelurahan, maupun pendamping sosial setempat.
"Bukti penutupan baik secara fisik ataupun screenshot email, karena biasanya e-wallet kan penutupannya menggunakan email ataupun surat digital. Itu bisa discreenshot, lalu dijadikan satu dengan surat pernyataan yang menyatakan keluarga ini memang sudah berhenti terkait penyalahgunaan dana bansos tersebut," tambah Achmad Haris Efendy.
Baca Juga: Akhir Agustus Makin Ramai! 5 Bansos Ini Masih Terus Dicairkan
Ia berharap, setelah seluruh proses pelaporan dan penyanggahan selesai dilakukan, bantuan sosial PKH dan BPNT keluarga yang bersangkutan dapat kembali cair pada pencairan tahap berikutnya, seiring dengan proses verifikasi yang dilakukan oleh pihak terkait.
Sebagai penutup, Achmad Haris Efendy juga mengingatkan pentingnya edukasi keluarga terkait penggunaan identitas dan data pribadi.
Bagi KPM yang saat ini bantuannya masih lancar cair, ia mengimbau agar seluruh anggota keluarga, baik suami, istri, maupun anak, senantiasa menjaga identitas dengan baik dan diberikan pemahaman bersama agar terhindar dari tindakan yang tidak semestinya, termasuk keterlibatan dalam aktivitas game online terlarang yang berisiko menghentikan penyaluran bantuan sosial bagi seluruh keluarga.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Ach Haris Efendy