RADAR BOGOR - Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) tahap ketiga tahun 2026 dilaporkan menerima saldo pencairan hingga Rp4,2 juta akibat mekanisme pencairan multi-tahap yang bersifat akumulatif.
Di saat bersamaan, tak sedikit KPM BPNT murni mengalami perubahan status mendadak menjadi penerima PKH, sebagai dampak langsung dari pembaruan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
PKH Cair Multi-Tahap, Saldo Bisa Terakumulasi
Dilansir dari kanal YouTube Klik Bansos, pencairan PKH tahap ketiga tahun ini terpantau berlangsung secara multi-tahap.
Baca Juga: Cara Cek NIK KTP Apakah Menerima Bansos Tahap 3? Ini 2 Caranya
Bagi KPM yang sempat tertunda atau mengalami kendala validasi data pada tahap sebelumnya, sistem Kementerian Sosial kini mencairkan bantuan secara akumulatif sekaligus pada tahap ketiga yang sedang berjalan.
Fenomena ini terbukti dari banyaknya KPM yang membagikan struk pencairan kartu KKS Bank BNI dan Mandiri dengan saldo masuk mencapai Rp4.200.000 dalam satu kali transaksi.
Rincian Komponen yang Membentuk Saldo Rp4,2 Juta
Berikut simulasi komponen bantuan yang bisa membentuk akumulasi saldo hingga Rp4,2 juta:
-Komponen ibu hamil atau balita: Rp750.000 per tahap
-Komponen anak jenjang SMA/SMK: Rp500.000 per tahap
-Alokasi normal dari kedua komponen: Rp1.250.000
-Komponen lansia atau penyandang disabilitas berat: Rp600.000 per tahap
Baca Juga: Kabar Bansos Hari Ini: 2 Bantuan Tambahan Ini Disalurkan Akhir Agustus 2026
“Penggabungan seluruh komponen ganda inilah yang secara sah menghasilkan kucuran dana segar sampai dengan Rp4.200.000 yang masuk ke rekening KKS KPM tersebut,” demikian penjelasan saluran Klik Bansos mengenai mekanisme akumulasi bantuan yang diterima sejumlah keluarga.
DTSEN Jadi Penyebab BPNT Murni Naik Status
Selain lonjakan nominal PKH, kejutan lain juga dirasakan KPM BPNT murni yang mendadak tervalidasi menjadi penerima PKH pada tahap ketiga ini.
Perubahan status ini merupakan dampak langsung dari pembaruan DTSEN yang dilakukan secara berkala oleh pemerintah.
Baca Juga: Bansos Rp900 Ribu Bantuan Apa? Berikut Penjelasannya
Pembaruan sistem ini terjadi karena pemerintah perlu mengisi kuota penerima PKH yang kosong, akibat adanya KPM PKH lama yang sudah non-aktif atau telah mengalami graduasi dari program bantuan sosial.
Nominal Berbeda-beda, Tergantung Komponen Keluarga
Meski ada KPM yang menerima saldo fantastis, penting dipahami bahwa besaran bantuan setiap keluarga tidak seragam.
Nominal yang diterima sangat bergantung pada komposisi komponen kesehatan dan pendidikan yang tercatat dalam data masing-masing KPM, serta status validasi terbaru di sistem Kementerian Sosial.***
Editor : Asep SuhendarSumber : Youtube Klik Bansos