RADAR BOGOR - Memasuki penyaluran bansos triwulan ketiga pada bulan Agustus 2026, sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai daerah mendapati kejutan manis.
Dikutip dari YouTube Info Bansos, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik KPM bansos terisi saldo hingga dua kali dalam bulan yang sama, bahkan ada yang menerima nominal hingga Rp4,19 juta sampai Rp4,2 juta.
Fenomena ini memicu pertanyaan di masyarakat. Apakah terjadi error pada sistem perbankan Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BSI), ataukah ada skema pencairan resmi di baliknya?
Baca Juga: SKTP Terbit tapi Saldo TPG Belum Bertambah? Cek Alur Transfer dan Langkah Mandirinya
Berdasarkan data pemantauan sistem SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial - Next Generation) milik Kementerian Sosial, berikut adalah penjelasan teknis serta pembaruan progres pencairan bansos nasional.
Pencairan ganda pada bulan Agustus 2026 sama sekali bukan disebabkan oleh kesalahan/error sistem bank, melainkan karena dua faktor utama:
• Irisan Penyaluran Susulan dan Tahap 3: Terjadi irisan antara penyaluran susulan Tahap 2 (termin 1 yang sempat tertunda akibat kendala administrasi perbankan) dengan dimulainya penyaluran Tahap 3.
Dana yang sempat tertunda kini ditransfer bersamaan atau berdekatan.
• Validasi Sistem (BPNT Murni ke PKH+BPNT): Adanya KPM BPNT murni yang secara sistem (DTSCN/SIKS-NG) tervalidasi memenuhi kriteria komponen PKH baru (misalnya memiliki 2 anak balita), sehingga menerima dana akumulasi rapelan.
Baca Juga: Southeast Championships 2026 Filipina, Tim Renang OWS Indonesia Borong 8 Medali
Bagi KPM yang mengalami pengalihan KKS baru atau validasi komponen baru, akumulasi pencairan rapelan dihitung sebagai berikut:
• Komponen PKH (2 Balita): Rp750.000 / triwulan × 2 tahap rapelan = Rp3.000.000
• Komponen BPNT: Rp600.000 / alokasi × 2 tahap rapelan = Rp1.200.000
Total Saldo Diterima: Rp3.000.000 + Rp1.200.000 = Rp4.200.000
Bagi KPM yang kartu KKS-nya saat ini belum terisi, tidak perlu panik. Pantauan langsung di aplikasi SIKS-NG menunjukkan perkembangan positif:
• Status SPM ke SP2D: Penyaluran BPNT Tahap 3 (alokasi Rp600.000) telah berubah status menjadi SPM (Surat Perintah Membayar) dan sedang berproses menuju SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) serta Standing Instruction (SI) ke bank penyalur.
Baca Juga: Ada 5 Bansos Akhir Agustus 2026, KPM Exclude Masih Punya Peluang
• Kuota Termin Susulan: Masih ada sisa kuota nasional sekitar 20% hingga 30% yang akan disalurkan pada termin susulan berikutnya melalui bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, dan BSI khusus wilayah Aceh).
Selain bansos tunai dari Kemensos, dua program bantuan pemerintah lainnya juga terpantau cair pada akhir Agustus 2026:
• Program Indonesia Pintar (PIP Kemdikbud): Pencairan melalui rekening SimPel (seperti BNI) untuk tingkat SMA/SMK sederajat terpantau masuk dengan nominal hingga Rp1.780.000 bagi peserta didik yang telah mengaktivasi rekening.
• Bantuan Pangan Beras 30 Kg (Bulog): Pendistribusian bantuan fisik beras alokasi triwulan (Juli, Agustus, September) sebesar 30 kg per KPM mulai disalurkan serentak di berbagai wilayah (seperti Kabupaten Bogor, Jawa Barat) melalui kantor desa/kelurahan setempat.
Bagi KPM yang menerima surat undangan ber-barcode dari Bulog, diimbau hadir sesuai jadwal dengan membawa KTP elektronik asli dan Kartu Keluarga (KK) asli.
Manfaatkan seluruh bansos yang diterima secara bijak untuk pemenuhan gizi keluarga dan kebutuhan pendidikan anak.***
Editor : Mutia Tresna SyabaniaSumber : Youtube Info Bansos