RADAR BOGOR - Penyaluran bansos program bantuan pangan non-tunai (BPNT) tahap ketiga tahun 2026 masih dilaporkan berlangsung hingga akhir Agustus.
Sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) kembali memberikan kabar mengenai masuknya saldo bantuan ke kartu KKS yang mereka gunakan untuk menerima bansos.
Salah satu laporan pencairan datang dari Kabupaten Bone.
Baca Juga: FMP 2026 Wakaf Bibit Alpukat, Masjid Al Amanah Bogor Jadi Pilot Project
Dilansir dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel, KPM pemegang KKS Bank Mandiri berhasil melakukan transaksi tarik tunai sekitar Rp593.000 pada 27 Agustus 2026.
Informasi tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa proses penyaluran BPNT tahap ketiga masih berjalan secara bertahap di sejumlah daerah.
Selain Bank Mandiri, pencairan juga dilaporkan terjadi pada KKS Bank BNI.
Baca Juga: Pria dengan Kondisi Luka Ditemukan Meninggal di Citeureup Bogor, Polisi Masih Selidiki
Salah satu KPM menyebut saldo bantuan telah masuk pada 27 Agustus dengan nominal sekitar Rp597.000.
Nominal tersebut disebut berkaitan dengan alokasi BPNT yang secara umum berada di angka Rp600.000, meskipun saldo yang terlihat di rekening dapat berbeda karena kondisi transaksi atau administrasi tertentu.
Laporan lain datang dari Kalimantan Tengah. Seorang KPM pemegang KKS Bank BRI menginformasikan adanya saldo sekitar Rp610.000 pada 25 Agustus 2026.
Baca Juga: TPG Agustus 2026 Mulai Cair, Non-ASN Disebut Lebih Dulu, Guru ASN Kapan Dapat Giliran?
Kabar tersebut kembali menunjukkan bahwa pencairan tidak selalu berlangsung serentak untuk seluruh wilayah maupun seluruh penerima.
Kondisi tersebut penting diperhatikan oleh KPM yang hingga saat ini belum melihat adanya saldo masuk.
Belum cairnya bantuan pada satu waktu tidak otomatis berarti penerima tidak mendapatkan BPNT.
Baca Juga: Ecoart Park Sentul, Pilihan Liburan Singkat di Bogor Dekat Jakarta yang Bikin Betah
Penyaluran dapat berlangsung secara bertahap sehingga waktu masuknya saldo antara satu wilayah dan wilayah lainnya dapat berbeda.
Karena itu, KPM yang masih menunggu disarankan untuk melakukan pengecekan KKS secara berkala.
Pemeriksaan dapat dilakukan melalui kanal perbankan yang digunakan, seperti ATM atau layanan perbankan yang tersedia, dengan tetap memperhatikan keamanan data pribadi dan PIN.
Baca Juga: Usia 41 Tahun, PT Indo Kordsa Tak Sekadar Berbisnis, tapi Rangkul Warga Citeureup Bogor
Di sisi lain, masyarakat juga perlu membedakan antara informasi pencairan BPNT berdasarkan laporan masyarakat dengan informasi resmi pemerintah.
Bukti transaksi yang dibagikan penerima dapat menjadi informasi perkembangan di lapangan, tetapi tidak otomatis menjadi pengumuman resmi bahwa seluruh KPM di Indonesia telah menerima bantuan.
Bagi penerima yang belum mendapatkan saldo, hal terpenting adalah tetap memantau perkembangan dan memastikan data kepesertaan serta rekening penyalur tetap sesuai.
Baca Juga: Jiyu KiiiKiii Debut Jadi Penyiar Cuaca di JTBC, Siap Bawa Suasana Ceria ke Layar Berita
Apabila terdapat kendala, KPM dapat menanyakan status bantuan melalui pendamping sosial, pemerintah daerah, atau kanal resmi terkait.
Dengan masih adanya laporan pencairan pada 27 Agustus 2026, proses BPNT tahap ketiga tampaknya masih menjadi perhatian banyak KPM.
Pertanyaan berikutnya adalah kapan giliran penerima yang belum mendapatkan saldo akan masuk dalam proses penyaluran berikutnya.
Untuk itu, KPM sebaiknya tidak hanya menunggu informasi dari media sosial, tetapi juga rutin memeriksa KKS dan mengikuti pemberitahuan resmi dari pemerintah.***
Editor : Khairunnisa RBSumber : YouTube @arfan Saputra channel