
RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) PKH September 2026 mulai dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah. Penyaluran kali ini mencakup KPM PKH reguler, penerima hasil validasi, serta pemegang KKS baru yang telah melalui proses pemutakhiran dan verifikasi data.
Mengutip dari kanal Youtube Arfan Saputra Channel pada Jumat, 4 September 2026, bahwa nominal bantuan yang masuk berbeda-beda sesuai komponen PKH yang dimiliki. Beberapa pencairan yang dilaporkan antara lain:
- Cianjur: Rp750.000 untuk komponen anak balita.
- Aceh melalui BSI: Rp1.200.000 untuk KPM PKH hasil validasi.
- Riau melalui BRI: Rp600.000 untuk komponen PKH.
- Lampung Selatan: Rp600.000 untuk KPM hasil validasi.
Baca Juga: 8 Rekomendasi Kuliner Bogor yang Wajib Dicoba, dari Sate Maranggi hingga Nasi Uduk Legendaris
Selain itu, terdapat pencairan susulan melalui Bank Mandiri dan BRI, termasuk untuk KKS baru pada gelombang 8 dan 9. Nominalnya bervariasi, mulai sekitar Rp75.000 hingga Rp1.500.000 bagi KPM yang memiliki beberapa komponen.
KPM yang Turun Desil Bisa Aktif Kembali
Perubahan desil menjadi salah satu faktor yang memengaruhi status penerima PKH. Sebagian KPM sebelumnya mengalami exclude setelah data kesejahteraannya berubah, misalnya dari desil 4 menjadi desil 5.
Setelah dilakukan pemutakhiran atau pengusulan kembali, terdapat KPM yang dilaporkan mengalami penurunan desil, seperti dari desil 5 menjadi desil 4. Jika hasil validasi kembali memenuhi ketentuan, status kepesertaan PKH dapat aktif dan saldo bantuan masuk ke KKS.
Baca Juga: RSUD R Moh Noh Nur Edukasi Pasien dan Keluarga tentang TB RO, Tekankan Kepatuhan Pengobatan
“Sejumlah KPM melaporkan bahwa status desil mereka turun kembali (misalnya dari desil 5 ke desil 4) melalui usulan mandiri atau pemutakhiran data. Dampaknya, status kepesertaan PKH mereka aktif kembali dan saldo bantuan sudah masuk ke rekening KKS masing-masing,” ungkap narator melalui kanal Youtube Arfan Sapuutra Channel.
Karena data kesejahteraan dapat diperbarui, status penerima tidak selalu bersifat tetap. KPM yang sebelumnya tidak menerima bantuan masih dapat mengalami perubahan status apabila hasil pemutakhiran datanya memenuhi kriteria.
BPNT Murni Berpotensi Mendapat PKH
Penerima BPNT murni juga dilaporkan menemukan saldo tambahan pada KKS, khususnya kartu yang diterbitkan pada 2026. Salah satu contoh adalah masuknya saldo Rp225.000 untuk komponen anak sekolah tingkat SD.
Baca Juga: Honda Vario Evo 160 vs Yamaha Aerox Alpha Turbo, Adu Kencang, Irit BBM dan Fitur Canggih
Saldo tambahan tersebut dapat menunjukkan bahwa setelah proses validasi, KPM memiliki komponen keluarga yang memenuhi kriteria PKH. Dengan demikian, penerima yang sebelumnya hanya mendapatkan BPNT berpotensi menerima BPNT sekaligus PKH.
Besaran yang diterima tetap bergantung pada komponen yang tercatat dalam keluarga sehingga nominal setiap KPM tidak selalu sama.
Cek Saldo dan Status Secara Mandiri
KPM disarankan memeriksa saldo KKS secara berkala melalui layanan perbankan resmi. Status bantuan juga dapat dicek melalui layanan Cek Bansos untuk melihat perkembangan kepesertaan dan tahapan pencairan.
Baca Juga: Mobil Listrik Bisa Update Seperti HP? Ini Fakta Sebenarnya OTA di 4 EV Populer Indonesia
Bagi KPM yang mengalami perubahan desil, sebelumnya berstatus exclude, atau sudah memiliki KKS tetapi belum menerima saldo, koordinasi dengan pendamping sosial tetap diperlukan untuk memastikan kondisi datanya.
Dengan pencairan yang berlangsung bertahap, waktu masuknya saldo dapat berbeda antara KPM, wilayah, komponen bantuan, maupun bank penyalur. Karena itu, laporan pencairan di satu daerah belum tentu berarti bantuan sudah masuk secara bersamaan di seluruh wilayah.***
Editor : Ira Yulia ErfinaSumber : YouTube Arfan Saputra Channel