RADAR BOGOR - Selain isu terkait game online terlarang dan daya listrik PLN yang tinggi, ternyata ada satu penyebab lain yang membuat bantuan PKH dan BPNT tahap 3 tidak cair.
Achmad Haris Efendy, selaku pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), membagikan temuan terbaru terkait kasus ini melalui kanal YouTube pribadinya Ach Haris Efendy.
Ia menjelaskan bahwa terdapat kelompok penerima manfaat yang bantuannya tidak cair, padahal kondisi mereka masih tergolong prasejahtera dan tidak terindikasi masalah lain seperti game online terlarang, daya listrik besar, maupun anggota keluarga yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).
Baca Juga: Bansos Beras 30 Kg Lanjut, Ada PKH Validasi Cair hingga Rp1,5 Juta
"Ada satu penyebab yang kami temukan karena ada juga beberapa KPM yang mengaku bantuannya belum cair di tahap 3. Setelah kita cek, ternyata ada salah satu penyebab yang mungkin ini juga terjadi kepada Anda bagi yang tidak cair," jelasnya.
Penyebab: Kartu Keluarga Baru
Achmad Haris Efendy mengungkapkan bahwa mayoritas kasus ini dialami oleh warga yang baru saja mencetak Kartu Keluarga (KK) baru, baik pada tahun 2025 maupun 2026.
Baca Juga: Bansos Beras Berlanjut hingga Akhir 2026, Airlangga Hartarto: Arahan Presiden
"Sebagian besar yang kami cek yakni keluarga yang memiliki kartu keluarga baru, di mana mungkin saja suaminya meninggal dunia sehingga keluarganya atau kepala keluarga beralih dari yang semula suami menjadi yang istri jadi kepala keluarga," terangnya.
Ia menjelaskan bahwa perubahan status kepala keluarga ini menyebabkan nomor Kartu Keluarga berubah menjadi baru. Perubahan nomor KK inilah yang diduga menjadi penyebab utama munculnya masalah pada data desil di sistem bantuan sosial.
"Ternyata mengakibatkan desil pada sistem bansos itu menjadi strip ataupun kosong atau belum punya desil," ungkapnya.
Baca Juga: Data Bansos Dipadankan, KPM Dengan Desil Ini Jadi Prioritas Penerima PKH BPNT
Data Dianggap Kembali Nol
Menurutnya, kasus ini menjadi catatan penting bagi Badan Pusat Statistik (BPS) terkait bagaimana sistem membaca data warga yang memiliki KK baru.
"Ini nantinya juga mungkin masukan bagi Badan Pusat Statistik terkait solusi dari warga yang memiliki kartu keluarga baru. Apakah sistem badan statistik itu membaca jika kartu KK-nya baru itu dianggap datanya bersih atau kembali nol? Nah, itu yang kami belum tahu," jelasnya.
Baca Juga: 5 Kondisi Ini Bisa Membuat Tunjangan Khusus Guru Non-ASN Berhenti, Nomor 2 Bisa Terjadi Kapan Saja
Ia menegaskan bahwa penyebab ini sama sekali berbeda dengan isu game online terlarang, daya listrik PLN, maupun status ASN yang belakangan ramai dibahas sebagai penyebab tidak cairnya bansos.
"Jadi ini tidak terkait game online terlarang. Ini ada salah satu penyebab yang kami baru saja temukan karena juga ada pengaduan dari warga. Ternyata dia baru saja membuat KK baru," pungkasnya.
Bagi masyarakat yang mengalami perubahan status kepala keluarga akibat kondisi tertentu, seperti meninggalnya suami, kasus ini penting untuk diketahui sebagai salah satu kemungkinan penyebab tertundanya pencairan bantuan sosial.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Ach Haris Efendy