Penyebab Baru PKH dan BPNT Tidak Cair, Ternyata Bukan Penyalahgunaan Data atau Daya PLN Tinggi

Eli Kustiyawati • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 05:01 WIB
Ground check rumah KPM bansos (YouTube Pusdatin Kesos)
Ground check rumah KPM bansos (YouTube Pusdatin Kesos)

RADAR BOGOR - Selain isu terkait penyalahgunaan data untuk game online terlarang dan daya listrik PLN yang tinggi, ternyata ada satu penyebab lain yang membuat bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT tahap 3 tidak cair.

Achmad Haris Efendy, selaku pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), membagikan temuan terbaru terkait kasus ini melalui kanal YouTube pribadinya, Ach Haris Efendy.

Ia menjelaskan bahwa terdapat kelompok penerima manfaat yang bantuannya tidak cair, padahal kondisi mereka masih tergolong prasejahtera dan tidak terindikasi masalah lain seperti game online terlarang, daya listrik besar, maupun anggota keluarga yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Ada satu penyebab yang kami temukan karena ada juga beberapa KPM yang mengaku bantuannya belum cair di tahap 3. Setelah kita cek, ternyata ada salah satu penyebab yang mungkin ini juga terjadi kepada Anda bagi yang tidak cair," jelasnya.

Baca Juga: Bansos Digital 2027 Sasar Desil 1-5, KPM PKH BPNT Tetap Dapat Bantuan

Penyebab: Kartu Keluarga Baru

Achmad Haris Efendy mengungkapkan bahwa mayoritas kasus ini dialami oleh warga yang baru saja mencetak Kartu Keluarga (KK) baru, baik pada tahun 2025 maupun 2026.

"Sebagian besar yang kami cek yakni keluarga yang memiliki kartu keluarga baru, di mana mungkin saja suaminya meninggal dunia sehingga keluarganya atau kepala keluarga beralih dari yang semula suami menjadi yang istri jadi kepala keluarga," terangnya.

Ia menjelaskan bahwa perubahan status kepala keluarga ini menyebabkan nomor Kartu Keluarga berubah menjadi baru.

Baca Juga: Cara Mudah Daftar Akun Aplikasi Cek Bansos, Panduan Cek Desil, Fitur Usul dan Sanggah

Perubahan nomor KK inilah yang diduga menjadi penyebab utama munculnya masalah pada data desil di sistem bantuan sosial.

"Ternyata mengakibatkan desil pada sistem bansos itu menjadi strip ataupun kosong atau belum punya desil," ungkapnya.

Data Dianggap Kembali Nol

Menurutnya, kasus ini menjadi catatan penting bagi Badan Pusat Statistik (BPS) terkait bagaimana sistem membaca data warga yang memiliki KK baru.

Baca Juga: Bansos 12 September: Akumulasi PKH dan PIP Cair Tembus Rp3,4 Juta Plus Beras 30 Kg

"Ini nantinya juga mungkin masukan bagi Badan Pusat Statistik terkait solusi dari warga yang memiliki kartu keluarga baru. Apakah sistem badan statistik itu membaca jika kartu KK-nya baru itu dianggap datanya bersih atau kembali nol? Nah, itu yang kami belum tahu," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa penyebab ini sama sekali berbeda dengan isu game online terlarang, daya listrik PLN, maupun status ASN yang belakangan ramai dibahas sebagai penyebab tidak cairnya bansos.

"Jadi ini tidak terkait game online terlarang. Ini ada salah satu penyebab yang kami baru saja temukan karena juga ada pengaduan dari warga. Ternyata dia baru saja membuat KK baru," pungkasnya.

Bagi masyarakat yang mengalami perubahan status kepala keluarga akibat kondisi tertentu, seperti meninggalnya suami, kasus ini penting untuk diketahui sebagai salah satu kemungkinan penyebab tertundanya pencairan bantuan sosial.***

 

Editor : Eli Kustiyawati
Sumber : YouTube Ach Haris Efendy
bantuan sosial bpnt bansos pkh