RADAR BOGOR - Bantuan pangan berupa beras berpeluang kembali disalurkan untuk periode Oktober hingga Desember 2026. Setiap penerima diproyeksikan memperoleh 10 kilogram bansos beras per bulan, sehingga total bantuan beras 30 kg selama tiga bulan. Termasuk ada info terbaru mengenai BLT Kesra.
Sementara itu, dilansir dari kanal Youtube Pendamping Sosial pada Minggu, 13 September 2026, bahwa informasi mengenai BLT Kesra sebesar Rp900 ribu masih belum dipastikan. Masyarakat juga perlu memperhatikan perubahan data bansos, termasuk status eksklusi dan perubahan desil yang dapat memengaruhi pencairan bantuan.
Baca Juga: Motor Matic Injeksi Mogok Total? Kenali 3 Syarat Wajib Ini Sebelum ke Bengkel
Bantuan Beras 30 Kg Berpeluang Dilanjutkan
Bantuan beras disebut berpeluang diperpanjang untuk tiga bulan terakhir 2026. Jika skema tersebut berlaku, penerima mendapatkan 10 kilogram beras setiap bulan pada Oktober, November, dan Desember.
Total alokasi menjadi 30 kilogram beras untuk tiga bulan. Sasaran bantuan disebut sekitar 33,24 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP).
Namun, masyarakat tetap perlu menunggu ketentuan resmi terkait pelaksanaan dan daftar penerimanya.
Baca Juga: Ganti Piston Dome ke Motor Karisma atau Supra 125? Ini Kelebihan dan Efek Sampingnya
BLT Kesra Rp900 Ribu Belum Ada Kepastian
Berbeda dengan bantuan beras, pencairan BLT Kesra Rp900 ribu untuk periode Oktober hingga Desember belum dipastikan.
“belum ada informasi atau pengumuman resmi dari pemerintah mengenai kepastian cairnya BLT Kesra tersebut,” ungkap narator melalui kanal Youtube Pendamping Sosial.
Informasi mengenai bantuan tersebut memang beredar, tetapi belum ada pengumuman resmi yang memastikan pencairannya. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menganggap nominal Rp900 ribu tersebut sudah pasti masuk ke rekening atau KKS.
Baca Juga: Lahan Milik PTPN Dekat Perumahan di Cileungsi Bogor Kebakaran, Api Nyaris Merembet ke Gudang Lem
Kepastian mengenai sasaran, jadwal, dan mekanisme penyaluran masih menunggu keputusan resmi.
Bansos Tidak Cair karena Masuk Daftar Eksklusi
Penerima dengan desil rendah juga dapat mengalami bantuan tidak cair apabila datanya masuk daftar eksklusi. Salah satu faktor yang disebut berkaitan dengan indikasi aktivitas game online terlarang, dengan jumlah data yang disebut mencapai lebih dari 1,5 juta.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa desil rendah saja tidak otomatis menjamin bantuan tetap diterima. Data penerima masih dapat dipadankan dengan berbagai indikator lainnya.
Baca Juga: Gigi Persneling Mobil Manual Netral Sendiri Saat di Tol? Ini Penyebab dan Solusinya
Desil Bisa Berubah Berdasarkan Data Ekonomi
Perubahan desil, misalnya dari Desil 3 menjadi Desil 5, tidak selalu berarti dilakukan secara manual oleh pihak desa. Perubahan tersebut dapat terbaca melalui sistem berdasarkan data sosial ekonomi yang tersedia.
Beberapa indikator yang dapat memengaruhi pembacaan data antara lain pembelian aset menggunakan NIK, perubahan daya listrik, kepemilikan kendaraan, hingga kondisi tabungan.
Penerima yang merasa masih memenuhi kriteria tetapi bantuannya terhenti dapat melakukan klarifikasi melalui desa atau kelurahan, Dinas Sosial, maupun pendamping sosial.
Baca Juga: Ganti Boring Mesin Ternyata Bisa Picu Overheat Ulang? Ini Penyebabnya
Dengan demikian, bantuan beras 30 kilogram untuk Oktober–Desember masih menjadi informasi yang perlu diperhatikan, sedangkan BLT Kesra Rp900 ribu belum dapat dianggap pasti sebelum ada keputusan resmi.***
Editor : Ira Yulia ErfinaSumber : YouTube Pendamping Sosial