RADAR BOGOR - Pemerintah tengah menyiapkan perubahan dalam sistem penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui integrasi data kependudukan dan rekening perbankan. Di saat yang sama, pencairan bansos reguler seperti PKH, BPNT murni, dan bantuan beras 30 kg masih berlangsung pada September 2026.
Dalam penjelasan terbaru melalui kanal Youtube Info Bansos pada Selasa, 15 September 2026, warga yang memasuki usia 17 tahun dan melakukan perekaman KTP elektronik di Dukcapil direncanakan mendapatkan rekening perbankan secara otomatis.
Rekening tersebut disebut akan memperoleh saldo awal Rp50.000 tanpa biaya administrasi. Sistemnya menghubungkan NIK Dukcapil dengan perbankan dan ditargetkan dapat menjangkau hingga 200 juta penduduk.
Baca Juga: Sudah Tegar, Dedi Mulyadi Jatuh Cinta Sampai Menitikan Air Mata
Dalam pengembangannya, rekening tersebut diproyeksikan menjadi salah satu rekening tunggal yang dapat digunakan untuk penyaluran bansos.
Rencana Transfer Rp5,4 Juta pada 2027
Selanjutnya, mengutip dari kanal Youtube Cek Bansos pada Selasa, 15 September 2026, pemerintah juga tengah mematangkan skema transfer tunai langsung sebesar Rp5,4 juta per keluarga. Program ini masih dalam tahap persiapan dan belum menjadi pencairan bansos reguler September 2026.
Integrasi data Dukcapil ditargetkan selesai pada akhir 2026, sedangkan uji coba direncanakan berlangsung pada kuartal I hingga kuartal II 2027.
Baca Juga: Royal Enfield Goan Classic 350, Motor Retro Bergaya Bobber dengan Fitur Modern
Penyaluran dirancang menggunakan teknologi AI dan verifikasi wajah. Dana juga disebut akan dikendalikan melalui sistem digital untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga, seperti beras, telur, dan daging ayam.
Penggunaan untuk game online terlarang dan minuman keras akan dibatasi, sementara mekanisme sanggah disiapkan untuk menangani ketidaksesuaian data.
PKH Tahap 3 Termin Kedua Masih Berjalan
Di sisi bansos reguler, mengutip dari kanal Youtube Erabaru Bansos pada Selasa, 15 September 2026, bahwa bansos PKH tahap 3 termin kedua masih disalurkan melalui sejumlah bank Himbara dan BSI. Penerimanya mencakup KPM dengan komponen balita, anak sekolah, lansia, hingga ibu hamil.
Baca Juga: Jadwal Seleksi CPNS Belum Jelas, Pemkot Bogor Minta Tahun Ini
KPM dapat memantau saldo melalui kanal perbankan masing-masing setelah proses penyaluran masuk ke rekening.
BPNT Tahap 3 Mulai Masuk Rekening
BPNT tahap 3 termin kedua juga bergerak dalam proses penyaluran. Sebagian data KPM disebut telah masuk tahap standing instruction dan beberapa penerima sudah memperoleh top-up ke KKS.
Untuk penerima yang mendapatkan alokasi tiga bulan sekaligus, nominal BPNT mencapai Rp600.000.
Baca Juga: Bansos Beras 30 Kg Berpotensi Cair Lagi, Ini Nasib BLT Kesra Rp900 Ribu
Bantuan Beras 30 Kilogram Masih Disalurkan
Bantuan pangan berupa beras 30 kilogram juga masih berjalan pada September. Jumlah tersebut merupakan alokasi tiga bulan dengan jatah 10 kilogram per bulan.
“Penyaluran bantuan sosial pangan berupa beras sebanyak 30 kg terpantau sedang berjalan masif di bulan September ini sebagai periode pencairan terakhir,” jelas narator melalui kanal Youtube Erabaru Bansos.
Penyaluran bantuan beras ini berbeda dengan BPNT karena diberikan melalui mekanisme bantuan pangan, bukan saldo yang masuk ke KKS.
Baca Juga: Oli Mobil All New Avanza Rembes, Cek Bagian Ini Sebelum Ganti Seal
KPM BPNT Murni Bisa Masuk Validasi PKH
Pemutakhiran data juga membuat sebagian KPM mengalami perubahan status. KPM yang sebelumnya hanya menerima BPNT murni dapat masuk proses validasi by system apabila memiliki komponen keluarga yang memenuhi ketentuan PKH.
Namun, tidak semua KPM BPNT otomatis memperoleh PKH. Penetapan tetap bergantung pada hasil pemadanan data, validasi sistem, serta komponen kepesertaan yang tercatat.
Dengan demikian, perkembangan bansos September 2026 tidak hanya berkaitan dengan pencairan PKH, BPNT, dan bantuan beras, tetapi juga persiapan sistem penyaluran digital yang direncanakan mulai diuji pada 2027.***
Editor : Ira Yulia ErfinaSumber : YouTube ERABARU BANSOS, Youtube Cek Bansos, Youtube Info Bansos