RADAR BOGOR - Beredar informasi di media sosial terkait pencairan BLT Kesra 2026, menyusul pencairan bansos BLT Kesra sebelumnya pada tahun 2025 dengan total Rp900.000.
Menanggapi hal ini, Achmad Haris Efendy selaku pendamping PKH memberikan klarifikasi agar masyarakat tidak salah paham atau menaruh harapan besar sebelum ada kepastian resmi.
Syarat dan Skema BLT Kesra 2025
Achmad Haris Efendy menjelaskan dalam YouTube Ach Haris Efendy, bahwa BLT Kesra yang pernah disalurkan pada 2025 memiliki syarat penerima yang sama seperti PKH dan BPNT, yaitu masyarakat yang masuk dalam desil 1 sampai desil 4.
Baca Juga: Bukti Pencairan Susulan BPNT dan PKH Tahap 3 Masih Berlangsung, Ini Daftarnya
"Berikutnya yang kemarin bisa menerima BLT Kesra ini adalah mereka yang masuk desil 1 sampai desil 4 ya. Jadi ini sama seperti PKH ataupun BPNT di mana syarat desilnya itu sama ya, ini adalah desil 1 sampai desil 4 saja," jelasnya.
Penyaluran BLT Kesra sebelumnya dilakukan melalui bank Himbara seperti BNI, Mandiri, dan BRI, atau melalui PT Pos Indonesia, dengan total nominal Rp900.000. Menurutnya, BLT Kesra berbeda dari PKH maupun BPNT yang bersifat reguler.
"Tujuan penyaluran ini adalah untuk menstimulus ekonomi. Jadi, BLT Kesra ini bisa dianggap sebagai bantuan dadakan atau bantuan bonus ya, bonus. Tidak seperti PKH ataupun BPNT yang reguler, tapi BLT ini bonus," ungkapnya.
Baca Juga: Sudah Terdaftar PKH atau BPNT, Masih Perlu Daftar Perlinsos? Ini Jawabannya
Belum Ada Informasi Resmi untuk 2026
Terkait isu pencairan BLT Kesra 2026 yang ramai di media sosial, Achmad Haris Efendy menegaskan pihaknya telah melakukan cross check ke sumber resmi, termasuk situs Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
"Ternyata Bapak Ibu, pada tahun 2026 ini belum ada informasi resmi terkait BLT Kesra. Saya ulangi, belum ada informasi resmi terkait BLT Kesra," tegasnya.
Baca Juga: Persiapan Pencairan Bansos Tahap 4 Oktober-Desember, Ini Kategori KPM yang Diproses Duluan
Waspada Konten Clickbait
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap konten di YouTube, Facebook, maupun TikTok yang menggunakan judul provokatif seputar BLT Kesra demi menarik penonton.
"Kalau judulnya diberi BLT Kesra tahun 2026 akan cair, tentunya masyarakat kan akan penasaran. Kalau penasaran dia akan melihat informasinya. Kalau melihat informasinya, nah itu akan meningkatkan rating atau penonton di TikTok, di Facebook, di YouTube, dan sebagainya," paparnya.
Baca Juga: KPM Desil 1-4 Berbahagia, Bansos Tambahan Ini Disalurkan hingga Akhir 2026
Menurutnya, ada perbedaan antara konten yang menyampaikan kepastian palsu dengan konten yang sekadar bertanya melalui thumbnail namun isinya justru mengklarifikasi.
"Jika dia menyampaikan, 'Oh pasti cair 2026, oh akan pasti ada 2026 BLT ini,' nah yang itu tidak benar, Bapak, Ibu. Kecuali kalau di thumbnail itu dia bilang BLT Kesra tahun 2026 tapi ada tanda tanya... tapi ternyata isi videonya, isi informasinya ternyata memang benar tidak menyampaikan kebenaran BLT Kesra tapi hanya mengklarifikasi bahwa tahun 2026 oh ternyata belum ada. Nah, itu tidak apa-apa," jelasnya.
Ia menyarankan masyarakat untuk selalu menyimak isi konten secara menyeluruh sebelum mempercayai judul atau thumbnail yang provokatif, agar informasi yang didapat lengkap dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Ach Haris Efendy