Saldo KKS Bertambah Awal Oktober, Bansos PKH BPNT Cair hingga Rp1,8 Juta

Ira Yulia Erfina • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 16:02 WIB
Ilustrasi kartu KKS untuk penyaluran bansos PKH BPNT (Laman Resmi lumansari.kendalkab.go.id diperbarui oleh AI)
Ilustrasi kartu KKS untuk penyaluran bansos PKH BPNT (Laman Resmi lumansari.kendalkab.go.id diperbarui oleh AI)

RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) masih terpantau berlangsung memasuki 1 Oktober 2026. Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dilaporkan sudah menerima dana melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) pada bank penyalur Himbara.

Melansir dari kanal Youtube Arfan Saputra Channel pada Kamis, 1 Oktober 2026, nominal yang masuk ke rekening penerima berbeda-beda. Dalam sejumlah transaksi, terdapat pencairan sekitar Rp600.000 hingga akumulasi dana mencapai Rp1.800.000.

Baca Juga: Eco Mode Bikin BBM Lebih Irit atau cuma Bikin Mobil Lemot?

Pencairan PKH dan BPNT Masih Berjalan

Memasuki awal Oktober, penyaluran PKH dan BPNT belum diterima secara bersamaan oleh seluruh KPM. Sebagian penerima masih menemukan saldo bantuan masuk ke rekening, sementara KPM lainnya masih menunggu proses penyaluran.

Ada Pencairan hingga Rp1,8 Juta

Salah satu transaksi menunjukkan adanya akumulasi dana hingga sekitar Rp1.800.000. Nominal tersebut bukan besaran yang otomatis diterima seluruh KPM, melainkan dapat berasal dari beberapa komponen atau pencairan susulan yang masuk bersamaan.

“Sebagian KPM bahkan terpantau mendapati pencairan dobel hingga mencapai total Rp1.800.000 sekaligus,” jelas narator melalui kanal Youtube Arfan Saputra Channel.

Baca Juga: Kabar Gembira, TPG Juli-September Diprediksi Cair Rapel Oktober 2026

Besaran bantuan PKH sendiri mengikuti komponen yang dimiliki KPM. Sementara itu, BPNT memiliki mekanisme penyaluran tersendiri sehingga saldo yang diterima setiap rekening dapat berbeda.

Bank Mandiri dan BRI Terpantau Menyalurkan

Pencairan juga ditemukan pada KKS yang disalurkan melalui Bank Mandiri dan Bank BRI.

Pada Bank Mandiri terdapat contoh transaksi dengan nominal sekitar Rp1.200.000. Sementara pada Bank BRI ditemukan transaksi sekitar Rp600.000 yang dapat berkaitan dengan BPNT maupun pencairan PKH susulan sesuai status penerima.

Baca Juga: KRL Bakal Sampai Lido, Pemkab Bogor Didorong Jadikan Cigombong Destinasi Wisata Baru

Nominal tersebut merupakan contoh transaksi pada KPM tertentu sehingga tidak bisa dijadikan patokan untuk seluruh penerima.

KPM Perlu Mengecek Saldo KKS

KPM pemegang KKS lama maupun baru dapat memantau saldo rekening secara berkala untuk mengetahui apakah bantuan sudah masuk.

Jika saldo belum bertambah, KPM tetap perlu memperhatikan status kepesertaan dan proses penyaluran masing-masing.

Baca Juga: BPJS Warga Bogor Sempat Terancam, Pemkot dan DPRD Tambah Anggaran Rp18,99 Miliar

Dengan demikian, pencairan PKH dan BPNT pada awal Oktober 2026 masih berlangsung secara bertahap. Bukti transaksi menunjukkan nominal yang beragam, termasuk sekitar Rp600.000, Rp1.200.000 hingga akumulasi Rp1.800.000 pada penerima tertentu.

KPM sebaiknya melihat transaksi pada rekening masing-masing karena nominal dan waktu pencairan tidak selalu sama untuk seluruh penerima.***

Editor : Ira Yulia Erfina
Sumber : YouTube Arfan Saputra Channel
bpnt bansos kks pkh