RADAR BOGOR - Memasuki bulan Oktober 2026, pemerintah resmi memulai penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk periode Triwulan IV (Oktober, November, Desember).
Tidak hanya penyelesaian kuota susulan, terdapat setidaknya lima jenis program bansos yang dijadwalkan cair pada tahap akhir tahun ini.
Berikut adalah rincian lima jenis bansos yang disalurkan beserta panduan pengecekan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM), di antaranya:
Baca Juga: Terbaru, Aturan Penarikan Saldo Bansos Tahap 4 dan Kriteria KPM Terhapus
1. Program Keluarga Harapan (PKH)
Bantuan PKH secara resmi memasuki penyaluran periode Triwulan IV.
Selain penyaluran reguler, proses di lapangan juga mencakup penyelesaian sisa kuota tahap sebelumnya serta pengisian kuota bagi KPM baru hasil validasi data sistem.
KPM dianjurkan mengecek status kepesertaan secara berkala di portal resmi atau langsung memeriksa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
2. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)
Sama halnya dengan PKH, BPNT alokasi akhir tahun juga mulai berjalan.
Baca Juga: Perubahan Desil KPM Naik Turun? Ini Dampaknya Penyaluran Bansos Tahap 4
Pemerintah terus mengisikan kuota kosong yang ditinggalkan oleh KPM tergraduasi atau yang sudah tidak memenuhi syarat.
Lakukan pengecekan saldo KKS secara mandiri agar dana yang sudah masuk bisa segera ditarik.
3. Bantuan Pangan Beras (Total 30 Kg)
Pemerintah melanjutkan penyaluran bantuan pangan beras untuk alokasi tiga bulan sekaligus (Oktober, November, Desember 2026).
Setiap KPM yang terdaftar akan menerima total 30 kg beras (alokasi 10 kg/bulan).
Informasi jadwal pengambilan surat undangan/pembagian beras, akan disampaikan langsung melalui pihak pemerintah desa atau kelurahan setempat.
4. Program Indonesia Pintar (PIP)
Baca Juga: Tiga Wilayah Cairkan PKH dan BPNT, Bansos Tahap 4 atau Tahap 3 Susulan?
Bantuan tunai pendidikan untuk anak sekolah ini terus dicairkan bertahap di berbagai daerah pada bulan Oktober.
Tindakan Orang Tua/Wali:
• Tanyakan kepada pihak sekolah apakah nama anak masuk dalam SK Pemberian PIP.
• Pastikan status rekening simpanan pelajar (SimPel) apakah masih dalam tahap aktivasi atau sudah masuk pencairan dana.
5. BLT Dana Desa (Bantuan Langsung Tunai Desa)
Bantuan yang bersumber dari anggaran desa ini diberikan untuk mendukung masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah setempat.
Rata-rata disalurkan sekaligus untuk periode 2–3 bulan dengan nominal berkisar Rp600.000 hingga Rp900.000.
Pencairan BLT Dana Desa bergantung pada kesiapan anggaran dan kebijakan masing-masing pemerintah desa.***
Editor : Mutia Tresna Syabania