RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT kembali terpantau pada 7 Oktober 2026. Dana yang masuk kali ini masih berkaitan dengan penyaluran susulan Tahap 3 dan KPM hasil validasi sistem, sehingga belum dapat disebut sebagai pencairan Tahap 4.
Melansir dari kanal Youtube Arfan Saputra Channel pada Rabu, 7 OKtober 2026, nominal yang diterima berbeda-beda sesuai jenis bantuan, komponen keluarga, serta periode penyaluran yang masih menjadi hak KPM. Sejumlah pemegang KKS lama juga kembali menerima saldo setelah sebelumnya mengalami jeda pencairan.
KPM Validasi Sistem Mulai Menerima PKH
Sebagian penerima BPNT murni diketahui memiliki komponen keluarga yang memenuhi kriteria PKH, seperti anak sekolah atau balita. Setelah proses validasi, bantuan PKH dapat masuk ke KKS sesuai komponen yang tercatat.
Baca Juga: Trase Baru Batutulis Bogor Dikebut, Bakal Diresmikan Dedi Mulyadi
Pencairan yang terpantau antara lain Rp225.000 untuk anak sekolah SD dan Rp375.000 untuk anak sekolah SMP.
KPM yang Terkendala Desil Ikut Menerima Saldo
KPM yang sebelumnya mengalami perubahan desil hingga pencairannya tertunda juga mulai terpantau menerima bantuan setelah status datanya kembali memenuhi kriteria.
Salah satu pencairan mencapai Rp450.000 yang berkaitan dengan komponen anak sekolah SD. Di Garut, terdapat pula KPM dengan saldo sekitar Rp1.339.500 setelah status desilnya kembali normal.
Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 4 2026 Makin Dekat, Cek Proses dan Sasaran KPM
KKS Lama Kembali Mendapat Pencairan
Pemegang KKS lama, termasuk kartu keluaran 2018, 2021, dan 2022, juga terpantau memperoleh pencairan susulan.
Sebagian KPM sebelumnya tidak menerima bantuan selama beberapa waktu. Setelah proses penyaluran dilanjutkan, saldo kembali masuk ke rekening KKS mereka.
Rincian Pencairan Bank BNI
Pada BNI, pencairan yang terpantau cukup beragam. Di Indramayu, KKS keluaran 2022 menerima PKH validasi anak SD sebesar Rp225.000.
Baca Juga: Tazkia University dan SMX School of Maker MoU Penyelenggaraan Inclusive Entrepreneurship Program
“Teman-teman alhamdulillah cair PKH-nya ada saldo masuk R225.000 untuk bantuan PKH anak sekolah SD nah ini untuk KKS Bank BNI Daerah Indramayu kemudian ada lagi di sini yang memperlihatkan bukti sudah pencairan ya,” jelas narator melalui kanal Youtube Arfan Saputra Channel.
Di Bekasi terdapat saldo gabungan PKH dan BPNT sebesar Rp1.800.000. Sementara KPM di Minahasa Tenggara menerima PKH anak sekolah SMP sebesar Rp375.000.
Di Banjar, pemegang KKS keluaran 2021 mendapatkan saldo sekitar Rp1.700.000.
Baca Juga: Update Bansos Tahap 4 2026: Cek Desil dan Tanggal Pemutakhiran Data
Rincian Pencairan Bank Mandiri
Pada Bank Mandiri, PKH untuk komponen balita terpantau cair sebesar Rp500.000.
BPNT susulan Tahap 3 juga masuk sebesar Rp600.000. Saat ditarik melalui agen, saldo yang diterima menjadi sekitar Rp589.000 karena adanya biaya administrasi.
“untuk KKS Bank Mandiri nah ini kita lihat di tanggal 7 Oktober 2026 sudah cair bantuan PKH-nya Rp500.000 nah ini untuk PKH anak balita ya Teman-teman nah jadi perlu diketahui yang cair saat ini adalah masih tahap ketiga ya bukan tahap keempat,” lanjut narator.
Baca Juga: Kronologi Pekerja WiFi Meninggal Tersengat Listrik di Parung Panjang Bogor
Selain itu, KPM hasil validasi yang sebelumnya terkendala perubahan desil terpantau menerima Rp450.000, yang kemungkinan berkaitan dengan dua anak sekolah tingkat SD.
Rincian Pencairan Bank BRI
Pemegang KKS BRI keluaran 2018 terpantau mendapatkan pencairan gabungan Rp1.200.000 dan setelah penarikan menerima sekitar Rp1.190.000.
KPM lain yang sebelumnya cukup lama tidak menerima bantuan mendapatkan saldo PKH dan BPNT susulan sebesar Rp1.050.000. Sementara BPNT murni susulan Tahap 3 terpantau masuk sebesar Rp600.000.
Baca Juga: Saldo KKS hingga Rp3 Juta Masuk, Ini Bansos yang Kemungkinan Cair
Pencairan Ini Belum Menunjukkan Tahap 4
Saldo yang masuk pada 7 Oktober 2026 perlu dibedakan dari pencairan Tahap 4. Penyaluran tersebut masih mencakup susulan Tahap 3, KPM hasil validasi, serta penerima yang sebelumnya mengalami kendala data.
KPM yang sudah menerima Tahap 3 tidak perlu mengecek saldo secara terus-menerus. Sementara penerima yang sebelumnya tertunda karena kendala desil dan kini statusnya kembali memenuhi kriteria dapat melakukan pengecekan KKS secara berkala.
Dengan demikian, munculnya saldo pada 7 Oktober belum bisa dijadikan patokan bahwa pencairan PKH dan BPNT Tahap 4 sudah dimulai.***
Editor : Ira Yulia ErfinaSumber : YouTube Arfan Saputra Channel