RADAR BOGOR - Memasuki bulan Oktober 2026, pemerintah terus mempercepat penyaluran berbagai program bantuan sosial (bansos) tunai maupun non-tunai.
Selain penuntasan sisa alokasi reguler bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM), skema alokasi tambahan seperti bansos pendidikan dan perlindungan sosial khusus daerah juga mulai dicairkan.
Penyaluran bantuan reguler Kementerian Sosial difokuskan melalui rekening KKS Merah Putih (Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BSI), seperti dikutip dari YouTube Naura Vlog.
Baca Juga: Wilayah Pencairan Bansos Susulan Tahap 3, Bogor Termasuk? Cek di Sini
Pencairan bansos PKH dan BPNT untuk alokasi berjalan diperkirakan mulai terdistribusi secara bertahap antara pekan ketiga hingga pekan keempat Oktober, atau paling lambat pada awal bulan berikutnya.
Proses pengalihan (migrasi) penyaluran dana dari layanan PT Pos Indonesia ke kartu KKS bank penyalur, terus berjalan secara bertahap guna menyeragamkan sistem transaksi digital.
Beberapa bantuan tunai tambahan disalurkan secara bersamaan untuk kelompok sasaran khusus:
1. Program Indonesia Pintar (PIP)
Aktivasi rekening SimPel bagi siswa penerima SK Nominasi yang belum mencairkan bantuan periode sebelumnya diperpanjang.
Baca Juga: Dead-End Job di Netflix: Lee Jae-wook Terjebak Pekerjaan Bergaji Fantastis yang Penuh Teror
Penerima diimbau segera melengkapi berkas aktivasi di bank penyalur agar dana tidak kembali ke kas negara.
2. PKH Plus Jawa Timur (Rp500.000)
Bantuan tunai khusus lansia berusia 70 tahun ke atas di wilayah Jawa Barat/Jawa Timur disalurkan sebesar Rp500.000 melalui Bank Jatim atau penarikan tunai di titik komunitas (kantor desa/kecamatan).
3. Pencairan Susulan PT Pos Indonesia
KPM yang telah menerima surat undangan resmi pencairan susulan PKH/BPNT dapat segera mendatangi kantor pos terdekat dengan membawa e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) asli.
Pemerintah juga merencanakan pengalokasian Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja/buruh dengan gaji di bawah UMR yang terdaftar aktif di BPJS Ketenagakerjaan.
Baca Juga: Dua Kabar Bahagia Bansos Tambahan di Tahap 4, KPM Ini Cair Rp5 Juta
Dialokasikan sebesar Rp300.000 per bulan untuk periode 3 bulan (Oktober, November, Desember 2026), dengan total bantuan Rp900.000.
Ditargetkan menjangkau hingga 13,3 juta pekerja di seluruh Indonesia dengan estimasi anggaran mendekati Rp12 triliun.
Pastikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) disimpan dan ditransaksikan secara mandiri untuk menghindari kendala teknis saat saldo masuk.
Bagi pekerja calon penerima BSU, lakukan pengecekan status keaktifan kepesertaan secara berkala melalui portal resmi BPJS Ketenagakerjaan.***
Editor : Mutia Tresna Syabania