RADAR BOGOR - Menjelang pencairan bantuan sosial atau bansos, modus penipuan yang mengatasnamakan petugas biasanya meningkat.
Pendamping PKH Achmad Haris Efendy dalam YouTube pribadinya Ach Haris Efendy, mengungkapkan bahwa kasus seperti ini pernah terjadi di daerahnya. Ia mengingatkan para penerima bansos PKH dan BPNT agar lebih waspada.
Modus Penipuan yang Pernah Terjadi
Menurut Achmad Haris Efendy, setiap kali pencairan bantuan akan dimulai, selalu ada warga yang melapor dimintai uang dengan janji bantuannya akan cair.
Baca Juga: Tidak Setiap Bulan Cair, Kapan PKH BPNT Tahap 4 2026 Salur?
"Seperti sebelum-sebelumnya, saat awal pencairan PKH dan BPNT, ada saja kasus warga melapor dimintai sejumlah uang dengan janji bantuannya akan cair. Pelakunya ada yang mengaku pendamping PKH, ada yang mengaku dari pihak kecamatan, macam-macam," ungkapnya.
Ia juga menyebut ada oknum yang mengaku sebagai pegawai pemerintah daerah. Di waktu lain, ada pelaku yang datang ke rumah warga dengan seragam mirip petugas PKH, sehingga korban percaya dan menyerahkan uang.
Tidak Ada Daftar Ulang
Salah satu modus yang sering dipakai adalah mengatakan bahwa penerima harus mendaftar ulang agar bantuan tetap cair. Pelaku kemudian meminta data seperti KTP, Kartu Keluarga, foto, hingga fotokopi dokumen.
Baca Juga: Bantuan PKH BPNT Tahap 3 Cair 2026, Warga Bogor Bisa Cek KKS-nya
"Terkait pencairan PKH dan BPNT, tidak ada yang namanya daftar ulang. Saya ulangi, tidak ada daftar ulang dan tidak ada yang namanya membayar. Tidak ada uang agar bantuannya cair lagi. Kalaupun ada, artinya itu mengarah ke penipuan," tegas Achmad Haris Efendy.
Ia menambahkan bahwa pelaku memanfaatkan momen pencairan karena masyarakat awam sering tidak mengenal petugas kecamatan atau dinas sosial, sehingga mudah percaya pada seragam yang mirip.
Dampak bagi Pemerintah dan Masyarakat
Penipuan ini merugikan korban secara langsung dan juga merusak citra pemerintah. Korban yang tidak tahu bisa mengira pemerintah yang meminta uang.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Ajak ASN Daftar Agen Perlinsos 2026, Ini Caranya
"Nanti yang disalahkan, misalnya korban tidak tahu sama sekali, ya menyalahkan pemerintah. Katanya pemerintah meminta uang kepada saya, padahal itu orang yang mengaku sebagai petugas. Padahal pemerintah tidak memungut biaya, tidak ada daftar ulang, itu gratis," kata Achmad Haris Efendy.
Langkah yang Dianjurkan Jika Bertemu Petugas yang Mencurigakan
Jika ada orang yang mengaku petugas dan Anda tidak mengenalnya, Achmad Haris Efendy menyarankan beberapa langkah berikut.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Ajak ASN Daftar Agen Perlinsos 2026, Ini Caranya
- Laporkan ke RT atau RW setempat untuk memastikan siapa petugas tersebut dan apa tujuannya.
- Hubungi pendamping PKH yang Anda kenal untuk memastikan kebenarannya.
- Hubungi pihak desa atau kelurahan jika Anda memiliki kontaknya.
- Jangan memberikan uang, dan berhati-hati saat diminta data pribadi.
Baca Juga: Cara Mengecek Desil: Pakai Laman dan Aplikasi Resmi Kemensos
"Kalau petugas resmi, pasti izin ke desa atau kelurahan, pasti izin ke RT. Yang penting tidak meminta uang. Itu topik intinya. Kalau sudah meminta uang, pasti itu penipuan," ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat menyebarkan informasi ini kepada tetangga yang menerima bansos. "Memang mungkin di daerah Anda aman, tapi setidaknya mencegah itu lebih baik," katanya.
Pencairan PKH dan BPNT tidak memerlukan daftar ulang maupun pembayaran dalam bentuk apa pun. Jika ada pihak yang meminta uang atau data pribadi dengan alasan agar bantuan cair, kemungkinan besar itu penipuan.
Lakukan verifikasi ke RT, RW, pendamping PKH, atau pihak desa dan kelurahan, lalu bagikan informasi ini agar lebih banyak orang terhindar dari penipuan.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : YouTube Ach Haris Efendy