RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT masih dilaporkan berlangsung di sejumlah daerah hingga 15 Oktober 2026. Nominal saldo yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bervariasi, mulai dari Rp589.500 hingga Rp3.389.000 melalui KKS baru, KKS Bank Mandiri, BRI, dan BSI.
Melansir dari kanal Youtube Arfan saputra Channel pada Kamis, 15 Oktober 2026, penerima bantuan mencakup pemegang KKS baru keluaran Mei, KPM lama yang kembali menerima saldo, penerima PKH Validasi, serta KPM yang belum memperoleh bantuan susulan tahap 2 dan 3.
Baca Juga: Bogor Diguncang Gempa Dua Kali, BMKG: akibat Aktivitas Sesar Aktif
Rincian Pencairan PKH dan BPNT di Sejumlah Daerah
- Rokan Hilir: KKS baru Bank Mandiri menerima bantuan PKH dan BPNT sebesar Rp1.325.000 sekitar pukul 11.00.
- Sulawesi Tenggara: Saldo bantuan sebesar Rp3.389.000 dilaporkan masuk melalui KKS Bank BRI.
- Aceh: Pencairan bantuan tahap ketiga melalui KKS Bank BSI mencapai Rp1.200.000.
- Brebes: KPM yang sebelumnya terkendala masalah desil menerima BPNT Rp600.000 melalui Bank Mandiri.
- Citereup: Penerima melaporkan saldo bantuan sebesar Rp1.335.000 pada pagi hari.
- Garut: Pencairan BPNT melalui Bank Mandiri tercatat Rp589.500 setelah biaya penarikan tunai diperhitungkan.
Kategori KPM yang Menerima Bantuan
KKS baru keluaran Mei
Sebagian pemegang KKS baru mulai menerima pencairan pertama atau dana akumulasi dari periode sebelumnya. Nominalnya bergantung pada jenis bantuan dan periode yang dibayarkan.
Baca Juga: Kemenko Pangan Kawal Penanganan Karhutla di 4 Provinsi, Ribuan Hektare Lahan Jadi Prioritas
KPM lama desil 1-4
Pemegang KKS Merah Putih yang sudah lama tidak menerima saldo disarankan memeriksa rekening kembali. Namun, desil 1-4 tidak otomatis menjamin bantuan cair karena penetapan penerima tetap mengikuti hasil verifikasi dan ketentuan program.
PKH Validasi
KPM yang sebelumnya menerima BPNT murni dan kemudian tervalidasi sebagai penerima PKH mulai dilaporkan memperoleh bantuan sesuai komponen keluarga, termasuk anak sekolah jenjang SD.
“KPM yang sebelumnya hanya menerima BPNT murni dan kini tervalidasi menjadi KPM PKH mulai menerima bantuan komponen (seperti komponen anak sekolah SD),” ungkap narator kanal Youtube Arfan Saputra Channel pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Baca Juga: Jelang Bansos PKH BPNT Tahap 4 2026, KPM Wajib Hindari 4 Hal Ini
Bantuan susulan tahap 2 dan 3
Penyaluran juga menyasar KPM yang belum menerima bantuan pada tahap kedua atau ketiga sebelumnya. Karena itu, saldo yang masuk tidak selalu menandakan pencairan tahap baru.
Mengapa Nominal Saldo Berbeda?
Perbedaan nominal dipengaruhi jenis bantuan, komponen PKH dalam keluarga, dan periode pencairan. KPM yang menerima PKH sekaligus BPNT dapat memperoleh total lebih besar daripada penerima BPNT saja.
Biaya transaksi juga dapat mengurangi uang yang diterima saat penarikan. Contohnya, saldo BPNT Rp600.000 di Garut dilaporkan menjadi Rp589.500 setelah biaya penarikan.
Baca Juga: Tinggal Kelas Bukan Jaminan, Pemerhati Pendidikan Soroti Pentingnya Pendampingan
Proses transfer berlangsung bertahap sehingga KPM yang belum menerima saldo atau belum memperoleh seluruh dana perlu memeriksa kembali rekeningnya secara berkala.
Cara Mengecek Pencairan Bansos
KPM dapat memeriksa saldo melalui kanal resmi bank penyalur atau ATM yang sesuai dengan KKS. Informasi kepesertaan juga dapat diperiksa melalui kanal resmi pemerintah.
Baca Juga: Kabel Mobil Meleleh Saat Korslet? Warga Bogor Wajib Tahu Penyebabnya
Jika saldo belum bertambah, penerima dapat berkoordinasi dengan pendamping sosial atau dinas sosial setempat. Laporan pencairan dari satu wilayah tidak menjamin seluruh KPM menerima nominal dan waktu pencairan yang sama.
Hingga 15 Oktober 2026, laporan yang tersedia masih mencakup penyaluran susulan tahap 2 dan 3 serta PKH Validasi. Oleh karena itu, penerima perlu memastikan jenis bantuan dan periode pencairan berdasarkan data masing-masing.***
Editor : Ira Yulia ErfinaSumber : YouTube Arfan Saputra Channel