RADAR BOGOR - Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melaporkan saldo masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) pada pertengahan Oktober 2026. Namun, dana tersebut belum tentu berasal dari pencairan bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT Tahap 4 periode Oktober–Desember 2026.
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui kanal Youtube Erabaru Bansos pada Kamis, 15 Oktober 2026, status Tahap 4 di sistem SIKS-NG masih belum mencapai final closing. Saldo yang masuk kemungkinan merupakan pencairan susulan Tahap 2 atau Tahap 3 akibat kendala administrasi, seperti gagal verifikasi rekening atau proses buka rekening kolektif (burekol) yang baru selesai.
Baca Juga: Dilantik Jadi Wamentan, Alim Setiawan Beberkan Fokus Kerjanya
1. Perubahan Desil Memengaruhi Kelayakan Bansos
KPM dalam kelompok desil 1-4 berpeluang menerima bantuan sosial sesuai ketentuan program. Untuk bantuan pangan beras, alokasi akhir tahun yang disebutkan mencapai 30 kilogram.
Namun, penerimaan bantuan tidak otomatis ditentukan oleh desil semata. Jika desil meningkat menjadi 5 atau lebih tinggi, status kepesertaan dapat berubah menjadi exclude sehingga bantuan tidak disalurkan apabila penerima tidak lagi memenuhi kriteria.
2. Bantuan Bisa Dihentikan akibat Indikasi Game Online Terlarang
KPM yang terindikasi terlibat dalam aktivitas game online terlarang dapat mengalami penghentian penyaluran bantuan melalui sistem.
Baca Juga: Sampah Liar Jadi Sorotan, Tiap Desa di Cileungsi Bogor Diusulkan Punya Mobil Patroli
Jika merasa tidak terlibat tetapi bantuannya terhenti, KPM dapat mengajukan sanggahan melalui pendamping PKH atau operator SIKS-NG di desa maupun kelurahan. Pengajuan tersebut tetap memerlukan verifikasi dan tidak otomatis menjamin bantuan kembali cair.
3. Pembaruan Data Perlinsos untuk Penyaluran 2027
Selain itu, mengutip dari kanal Youtube Cek Bansos pada Kamis, 15 Oktober 2026, KPM perlu memperhatikan sinkronisasi data melalui sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang dipersiapkan sebagai salah satu acuan penyaluran bantuan pada 2027.
Pendataan turut melibatkan aparat lapangan, termasuk Babinsa dari TNI, untuk membantu pemeriksaan data penerima. KPM perlu memastikan informasi identitas dan kondisi keluarga tercatat sesuai keadaan sebenarnya.
Baca Juga: Tak Perlu ke ATM, Ini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 2026
4. Pencairan PIP Terpantau untuk Siswa SD dan SMP
Selain bansos reguler, pencairan Program Indonesia Pintar (PIP) dilaporkan terpantau untuk siswa jenjang SD dan SMP. Penerima perlu memeriksa status bantuan pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pencairan PIP merupakan program berbeda sehingga tidak bisa dijadikan bukti bahwa PKH dan BPNT Tahap 4 sudah disalurkan.
5. Burekol Berhasil, KPM Menunggu Kartu KKS
Sebagian KPM yang sebelumnya mengalami kegagalan pembukaan rekening kolektif dilaporkan telah berhasil menyelesaikan proses burekol.
Baca Juga: Jelang Bansos PKH BPNT Tahap 4 2026, KPM Wajib Hindari 4 Hal Ini
Selanjutnya, penerima perlu menunggu distribusi kartu KKS baru. Namun, rekening yang berhasil dibuka tidak berarti saldo bantuan langsung tersedia karena masih ada tahapan penyaluran yang harus diselesaikan.
KPM perlu membedakan pencairan susulan Tahap 2 atau Tahap 3 dengan penyaluran Tahap 4. Sebelum menyimpulkan bantuan sudah cair, periksa riwayat transaksi KKS dan perkembangan status kepesertaan melalui saluran resmi.***
Editor : Ira Yulia ErfinaSumber : YouTube ERABARU BANSOS, Youtube Cek Bansos