RADAR BOGOR - Menjelang pencairan bantuan sosial tahap 4, penerima manfaat (KPM) PKH dan BPNT diimbau berhati-hati.
Ada beberapa tindakan yang tampak sepele, tetapi bisa membuat data bermasalah sehingga proses pencairan terhambat. Berikut empat hal yang sebaiknya dihindari, dilansir dari YouTube Cek Bansos.
Jangan Mengubah Data Dukcapil pada Kartu Keluarga
Hindari mengubah data kependudukan pada kartu keluarga menjelang pencairan, misalnya menambah anggota keluarga baru, pisah kartu keluarga, atau mengubah status pekerjaan anggota keluarga.
Baca Juga: Perlinsos Digital dan Cek KKS Baru: Info Penting bagi KPM Oktober 2026
Perubahan tersebut dapat menyebabkan data Dukcapil tidak padan dengan data bank. Jika data tidak sinkron, akan muncul status gagal proses verifikasi rekening, dan pencairan bantuan bisa terhambat.
Jangan Lupa Memperbarui Data Dukcapil Saat Pindah Alamat
Jika Anda pindah alamat, misalnya dari wilayah A ke wilayah B, wajib memperbarui data Dukcapil melalui operator SIKS-NG desa di alamat yang baru.
Jika tidak, sistem masih membaca data lama sebagai sumber pencairan. Akibatnya data Dukcapil dan data bank bermasalah, dan status gagal verifikasi rekening bisa muncul.
Baca Juga: Update Status di SIKS-NG: Periode Oktober-Desember Belum Muncul
Bagi penerima aktif yang sudah telanjur pindah, segera berkoordinasi dengan petugas desa di alamat baru untuk memperbarui data.
Jangan Meminjamkan Data Diri kepada Orang Lain
Jangan meminjamkan nomor KTP, nomor KK, alamat rumah, maupun nomor rekening pribadi. Data penerima bansos hanya boleh digunakan oleh penerima itu sendiri.
Kasus ini banyak terjadi pada lansia, ketika data mereka dipakai tetangga, anak, atau orang lain untuk mendaftar PLN, mengajukan KUR, atau membeli barang mewah seperti motor di atas Rp30 juta.
Baca Juga: Cek Bansos Oktober 2026, PKH dan BPNT Bisa Dicek Lewat HP
Data tersebut dapat memengaruhi tingkat kesejahteraan keluarga (desil) dan berdampak pada status bansos di kemudian hari.
Jangan Meminjamkan Kartu KKS untuk Transaksi Selain Bansos
Kartu KKS hanya berfungsi untuk menerima bantuan sosial pemerintah. Jika dipakai untuk menerima transferan lain, terutama dengan nominal besar, transaksi tersebut bisa terbaca oleh sistem perbankan dan PPATK, dan berpengaruh pada bansos ke depan.
Contohnya, ada KPM lansia yang kartu KKS-nya dipinjam tetangga untuk menerima kiriman uang dalam jumlah besar dari anaknya yang bekerja di luar negeri.
Baca Juga: KKS Belum Bertambah Meski SI Muncul, Ini Penjelasan Bansos Tahap 4
Dana masuk yang tidak wajar untuk rekening penerima bansos dapat terbaca sistem dan memengaruhi desil.
Solusi Jika Telanjur Melakukan Perubahan Data
Jika Anda sudah mengubah data KK atau pindah alamat, segera laporkan ke operator desa atau pendamping PKH agar data Dukcapil terbaru dapat diperbarui di SIKS-NG.
Jika tidak diperbarui, data akan tampil bermasalah di sistem seperti yang terjadi pada sebagian KPM di tahap 3.
Menjelang pencairan tahap 4, jaga data dengan baik: jangan sembarangan mengubah data Dukcapil, perbarui data saat pindah alamat, dan jangan meminjamkan data diri maupun kartu KKS. Bila sudah telanjur, segera lapor ke operator desa atau pendamping PKH.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : Youtube Cek Bansos