RADAR BOGOR - Uji coba penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mulai berjalan di daerah Lamongan, Jawa Timur.
Bantuan yang disalurkan lewat Kopdes Merah Putih di antaranya adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PPKH).
Kedua bantuan reguler ini diberikan kepada masyarakat miskin dan rentan yang masuk ke dalam ketagori desil satu sampai empat pada DTSEN.
Baca Juga: Hore, 3 Kategori Ini Berhak Menerima Bansos Modal Usaha Rp5 Juta
Lantas, bagaimana mekanisme penyaluran bansos lewat KDMP? Berikut penjelasannya.
Mekanisme Pencairan
Masyarakat bisa datang ke Kopdes Merah Putih dengan membawa kartu KKS yang mereka miliki untuk proses pencairan dan pengecekan saldo bansos.
Para agen layanan bank akan membukan gerai untuk melayani KPM yang ingin mencairkan bantuan sosial.
Baca Juga: KPM PKH BPNT Wajib Tahu, Ada Saldo Bansos Belum Dicairkan dan Modal Rp5 Juta
Dilansir dari kanal Youtube Diary Bansos, pengambilan melalui Kopdes ini dikabarkan sifatnya opasional. Jadi, masyarakat berhak untuk memilih mencairkan di agen lain jika jarah rumahnya jauh dengan lokasi koperasi.
Akan tetapi, bagi yang rumahnnya dekat dengan KDPM disarankan mengambil dana bansos mereka di kantor koperasi tersebut.
Sebelum mencairkan bantuan, alangkah eloknya mengecek status kepsertaan terlebih dahulu, guna memastikan apakah masih layak menerima bantuan atau tidak.
Baca Juga: Pencairan Bansos PKH BPNT 17 Oktober 2026, KKS Terima hingga Rp1,42 Juta
Cara Cek Keaktifan Penerima Bansos
Proses pengecekan status keaktifan atau keaktifan penerima bansos bisa melalui beberapa cara, salah satunya dengan mengunjungi laman resmi Kemensos.
- Buka browser, lalu kunjungi laman cekbansos.kemensos.go.id.
- Masukan data NIK KTP dengan benar.
- Isi bagian verifikasi (captcha).
- Klik "Cari Data".
- Tunggu sampai sistem menampilkan status penerima bansos.***
Sumber : YouTube Diary bansos