GUNUNG SINDUR-RADAR BOGOR, Tak rela ditutup, warga Desa Pabuaran Kecamatan Gunung Sindur menuntut BRIN membuka kembali akses jalan menuju pemukiman mereka.
"Permasalahannya cuma satu, kami mohon ke Pemerintah Desa Pabuaran, tolong sampaikan aspirasi warga agar jalan jangan ditutup," kata salah satu warga pabuaran, Ija Supriyadi kepada wartawan, Rabu (3/1).
Baca juga: HIMABIO UNB Gandeng BRIN Gelar Pelatihan Identifikasi Tumbuhan
Menurut Ija, kalau sampai tetap ditutup, akses ke pemukiman menjadi mati karena harus memutar lebih jauh.
"Dibuka saja jalan, karena ditutup otomatis kampung kami mati, dan itu akses utama setiap hari," tegasnya.
Menurut Kepala Desa pabuaran Mad Usin, masyarakat menginginkan jalan jangan ditutup ke arah kampungnya. Meskipun sudah ada peralihan jalan lain.
"Yang menutup BRIN, jalan sepanjang 200 meter, tapi mereka (BRIN) memberikan alternatif jalan tapi memang jaraknya lumayan jauh sekitar 1,2 kilometer," ucapnya.
Bahkan warga sempat menggelar aksi demo, terkait penutupan akses jalan tersebut mengarah ke perkampungan.
"Jalan itu menghubungkan Kabupaten Bogor dan batas ke arah Tangerang Selatan," ungkapnya.
"Nanti akan diambil jalan tengah agar ada solusinya," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Keamanan dan Keselamatan BRIN Heri Santoso mengaku bahwa perwakilan warga menuntut pembukaan jalan lagi, tapi secara aturan aksesnya berada di kawasan objek vital.
Baca juga: Dukung Pengembangan Riset Mikrobiologi Presisi, BRIN Kumpulkan Akademisi
"BRIN salah satu objek vital di Indonesia, dan harus steril bahkan jangan sampai ada lintasan umum karena ada pertimbangan lain," ungkap Heri.
"Kami juga sudah membuatkan jalan lingkar, dan sebelumnya sudah ada himbauan karena rencana ini sudah lama dicanangkan tapi baru terlaksana sekarang," katanya.(Abi)
Penulis: Jaenal
Editor: Rany Puspitasari
Editor : Rany Sinaga