KEMANG-RADAR BOGOR, Keluarga korban pembacokan segerombolan orang yang terjadi di depan SPBU Mubarok, di Jalan Raya Parung, mengaku tak mengetahui bahwa A (16) hendak tawuran.
"Kalau informasi awal, adik saya jadi korban pembegalan, karena sebenarnya korban diajak oleh rekan lain yang baru ketemu ditempat nongkrong di wilayah Hambulu," ungkap Aldo Juansyah kakak korban meninggal, ketika ditemui wartawan di kediamannya Kamis (4/1).
Namun ia mengaku, adiknya tersebut sempat nongkrong di Stadion Pakansari sebelum bertemu dengan rekan lain yang baru dikenalinya.
Baca juga: Cegah Tawuran dan Perang Petasan Malam Tahun Baru, Ini yang Dilakukan Polsek Cisarua
"Adik saya sempat nongkrong ketemu teman sekolahnya di Hambulu, tapi selang beberapa menit ada yang bernama AL mengajak korban untuk ke lokasi kejadian," ungkapnya.
Menurut Aldo, saudara AL satu motor dengan adiknya (A) menuju lokasi kejadian. Padahal korban tidak tahu menahu keperluannya.
"Informasi yang kami dapat, adik saya bertiga dimotor bersama rekan lain ke SPBU Mubarok," cetusnya.
Meskipun begitu, keluarga berharap kasus ini tetap ada solusinya sampai pelaku tertangkap karena sudah menghilangkan nyawa orang.
"Kami ingin pelaku segera tertangkap, karena menurut info dari kepolisian sudah ada data namanya tapi sampai sekarang keluarga belum mendapat info lanjutan," katanya.
Penulis: Jaenal
Editor: Rany Puspitasari
Editor : Rany Sinaga