BOGOR-RADAR BOGOR, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membahas tindak lanjut pemanfaatan Skybridge, penghubung stasiun Bogor dan Paledang, pada Selasa (9/1/2024).
Dilakukan bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Bandung, dan PT KAI di ruang rapat Purawisesa, Setda Kota Bogor, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Marse Hendra Saputra mengatakan, pembahasan kali ini terkait kajian fungsional skybridge dan JPO Paledang-MA Salmun.
Baca juga: Tinjau Lokasi Skybridge Paledang, Progres Mencapai 36 Persen
Di mana, diketahui progres pengerjaan pembangunan Skybridge penghubung stasiun Bogor dan Paledang yang saat ini masih berlangsung akan selesai akhir Januari ini.
"Informasi dari BTP Bandung sudah memasuki tahap finalisasi, dan Insyaallah jika tidak ada hambatan akhir Januari sudah selesai pekerjaanya," kata Marse.
Sedangkan untuk rencana peresmiannya, menunggu Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Sebab, waktu peresmian Skybridge penghubung stasiun Bogor dan Paledang pada akhir Januari beririsan dengan Pemilihan Umum (Pemilu).
Kedua, pihaknya masih menunggu data berapa kapasitas, atau daya tampung Skybridge penghubung stasiun Bogor dan Paledang.
Pengerjaan Skybridge penghubung stasiun Bogor dan Paledang ini meleset dari target yang dijadwalkan selesai akhir Desember 2023.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Bandung kembali meninjau proyek Skybridge penghubung stasiun Bogor dan Paledang, pada Jumat (16/6/2023).
BTP menyebut proyek senilai Rp 88 miliar itu, saat ini progresnya sudah mencapai 36 persen.
Dedie menyebut, Skybridge ini nantinya akan terintegrasi antara kawasan stasiun, jalan Kapten Muslihat, serta kawasan Alun-alun Kota Bogor.
"Skybridge ini menjadi titik perhatian kita, karena tentu sudah beres volume atau peningkatan masyarakat yang ingin memanfaatkan kereta ke Sukabumi. Saya yakin tambah banyak," kata Dedie.
Menurut dia, pembangunan yang merupakan bagian dari kolaborasi antara Pemkot Bogor dengan PT KAI dan BTP ini tentunya akan mempercantik Kota Bogor khususnya di kawasan Stasiun Bogor.
Kemudian, kedua penataan lainnya adalah mencarikan solusi untuk PKL di Kota Bogor.
"Tadi saya membayangkan juga apakah ada kemungkinan misalnya di Skybridge ini ada semacam stand untuk UMKM," ucap dia.
Proyek yang ditargetkan selesai pada akhir 2023, sekaligus menjadi momentum peresmian double track kereta api (KA) Bogor-Sukabumi
"Jadi, tahun ini double track diresmikan. Satu paket semua, berbarengan dengan underpas Batu Tulis, Skybridge, dan beberapa JPO yang melintas dibeberapa lokasi Bogor Selatan," papar dia.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Bandung, Defri Gunawan mengatakan, saat ini pekerjaan sudah masuk ke pembangunan konstruksi utama Sky Bridge.
"Informasi saat ini progres fisik sudah 36 persen. Dari rencana 35 persen. Target kami paling lambat akhir tahun ini sudah beres," imbuh dia.
Defri juga memastikan sebelum nantinya Skybridge benar-benar digunakan untuk umum, tentunya BTP akan melakukan beberapa tahap pengujian.
Baca juga: Pembangunan Sky Bridge Capai 72 Persen, Januari Siap Difungsikan
"Kenapa harus diuji karena kita ingin masyarakat yang menggunakan Skybridge ini baik umum dan calon penumpang bisa aman," kata dia.
Sedangkan untuk menyambungkan Skybridge antara Paledang dengan Stasiun Bogor, pelaksanaan pengerjaannya dilakukan pasa saat malam hari dan dini hari. Sebab, jika penyambungan penghubung stasiun Bogor dan Paledang dilakukan pada siang hari akan berdampak pada kemacetan.
"Jadi sudah sepi. (Dan) di bawahnya kami meminimalkan gangguan kemacetan. Kami akan berkoordinasi dengan Dishub," tukas dia.(ded)
Penulis: Dede
Editor: Rany Puspitasari
Editor : Rany Sinaga