BOGOR-RADAR BOGOR, Dikejar target, beginilah kondisi petugas tenaga harian lepas (THL) yang melakukan pelipatan kertas surat suara, di Gudang Logistik, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.
Mereka harus melipat surat suara 1.000 per hari, sebab Komisi Pemilihan Umum (KPU) menargetkan 20 hari, pelipatan sudah rampung.
Saat ini, KPU menyebut, ada 1.200 orang THL, tersebar di 2 kecamatan. Terbagi menjadi 500 orang dari kecamatan Citeureup, 700 orang dari Klapanunggal.
Baca juga: 2.289 Surat Suara di Kota Bogor Rusak, Bawaslu Sarankan Ini ke KPU
Tidak hanya THL, KPU juga melibatkan PPK untuk packing sebanyak 152 orang, dan 60 pengawas. Sehingga total yang bertugas sebanyak 1.412 orang.
Dalam pelipatan, KPU Kabupaten Bogor menerapkan sistem kejar tayang untuk mempersiapkan pemilu pada 14 Februari mendatang.
Suka duka melipat kertas diungkapkan salah satu petugas. Namanya Siti Nur Aini (31).
Dia mengunhkapkan tidak ada kesulitan, karena sebelumnya dia kerja di pabrik kertas, dan sudah terbiasa melipat.
Lagi pula, dirinya dan juga semua petugas, mengikuti pelatihan terlebih dahulu, yang diberikan oleh KPU.
"Baru mulai langsung dikasih tahu tekniknya, dan ini pertama kali pengalaman melipat kertas suara," cetusnya.
Baca juga: KPU Kabupaten Bogor Targetkan Pelipatan Surat Suara Selesai 20 Hari
Ketika ditanyai pembayaran gaji setiap petugas pelipat, Siti menuturkan dibayar Rp 250 ribu dari total 1.000 kertas suara, kalau 1.500 bisa dibayar Rp 375 ribu.
"Lumayan buat nambah-nambah," kata Siti.
Penulis: Jaenal
Editor: Rany Puspitasari
Editor : Rany Sinaga