BOGOR-RADAR BOGOR, Penanganan longsor di Jalan Raya Cilebut, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, terus dikebut pihak UPTD Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jawa Barat.
Pantauan Radar Bogor, sebuah alat berat diterjunkan untuk membersihkan reruntuhan Tembok Penahan Tanah (TPT), dan material longsor yang menutupi aliran Sungai.
Pengelola SDA UPTD Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane Dinas SDA Jabar Yulianti Juhendah mengatakan, penanganan yang bersifat sementara itu, dilakukan pihaknya untuk mencegah adanya longsor susulan.
Penanganan dilakukan melalui pemasangan bronjong, yang berasal dari bantuan Dinas SDA Jabar.
Baca juga: Belum Ada Anggaran, Longsor Jalan Raya Cilebut Hanya Dipasang Bronjong
"Ini penanganan darurat pembersihan runtuhan konstruksi yang lalu. Selanjutnya akan dilakukan pengamanan saluran air supaya tidak tertutup longsoran dengan pemasangan bronjong," jelasnya saat dihubungi Radar Bogor, Jumat (19/1/2024).
Untuk mencegah longsor meluas dan memakan lebih banyak badan jalan, Yulianti berharap adanya pembatasan bagi kendaraan bertonase besar pada ruas jalan ini.
Sebab menurut pantauannya, kondisi tanah di Jalan Raya Cilebut sangat rapuh, sehingga rawan longsor apabila menumpu beban berat.
Yulianti mengatakan, pekerjaan yang sudah dilakukan sejak Desember 2023 lalu itu, ditargetkan selesai pada Bulan Februari 2024.
Sementara itu, ia menyebut penanganan permanen belum dapat dilakukan oleh pihaknya dalam waktu dekat, sebab belum ada anggaran yang bisa dikucurkan.
Bronjong sebanyak 550 buah itu akan dipasang sepanjang titik longsor yang berada di depan Perumahan Pesona Intiland.
Yulianti menyebut pekerjaan akan dilakukan satu per satu, karena personel yang dimiliki pihaknya terbatas.
Seperti yang diketahui, longsor yang terjadi pada Kamis (30/11) lalu itu, melanda Tembok Penahan Tanah (TPT) yang baru berumur 1 tahun.
Yulianti beralasan, TPT itu kembali longsor akibat cuaca yang tidak diprediksi dan ketiadaan drainase di sepanjang Jalan Raya Cilebut
"Semua buangan jalan masuk ke saluran irigasi. Makanya sepanjang jalan itu banyak terjadi bencana alam. Kemarin sampai 5 titik dan semuanya dari buangan jalan. Termasuk di titik ini ada buangan drainase besar yang terfokus di ujung TPT," ucap dia pada Kamis (21/12/2023) lalu.
Baca juga: Sebulan Terbengkalai, Jalan Longsor di Cilebut Belum Dapat Penanganan
Untuk mengatasi masalah yang sama kembali terulang, Yulianti berencana membuat pembuangan terpusat, dan perkuatan pada pembuangan tersebut sehingga air tidak jatuh ke tanah secara langsung.
"Pengajuan anggaran untuk penanganan longsor sebesar Rp1,5 Miliar. Tapi kami tidak punya wewenang untuk menyebut kapan (penanganan permanen dilakukam). Karena ketersediaan anggaran dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)," terangnya. (Fat)
Penulis: Reka Faturachman
Editor: Rany Puspitasari
Editor : Rany Sinaga