BOGOR-RADAR BOGOR, Pemerintah Kota (Pemkot) tengah melakukan pembahasan terkait dengan rencana penanganan sementara perbaikan jalan Terminal Bubulak, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.
Hal itu terungkap saat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Syarifah Sofiah saat meninjau Terminal Bubulak, pada Minggu (21/1).
Syarifah Sofiah mengatakan, saat ini rencana penanganan Terminal Bubulak tengah di bahas di Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Bogor.
Baca juga: Penataan Terminal Bubulak Butuh Rp100 Miliar, Pemkot Buka Kerja Sama dengan Investor
Dirinya tengah mengusulkan penanganan jalan rusak di Terminal Baranangsiang ini menggunakan anggaran pemeliharaan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).
"Tahun ini kami akan menggunakan anggaran pemeliharaan, karena jika bentuknya belanja modal itu harus lelang, kita akan coba bahas seperti itu," ucapnya.
Ia mengatakan, sebenarnya anggaran pemeliharaan jalan untuk Kota Bogor ini sudah terencana setiap tahunnya. Namun demikian, Jajaran Pemkot Bogor saat ini masih membahas opsi agar penangananya bisa dilakukan percepatan.
"Kita mau bahas (dengan TAPD), pemeliharaan di bulan Oktober, November, Desember 2023 ditarik dulu, jadi digunakan untuk ini (perbaikan jalan Terminal Bubulak)," ucapnya.
Sedangkan kegiatan pada Oktober, November, Desember menggunakan perubahan anggaran APBD 2023.
"Jadi tidak ganggu, prinsipnya adalah pemeliharaan," katanya.
Sedangkan untuk kebutuhan perbaikan Terminal Bubulak setidaknya membutuhkan anggaran Rp10 miliar.
"Untuk sementara kubangan kita tutup, bisa nyaman," imbuh Syarifah Sofiah.
Menurut dia, Pemkot Bogor saat ini sudah menangani sementara kerusakan di Terminal Bubulak dengan aspal bekas.
Ia menyebut, ketiadaan anggaran untuk perbaikan memaksa Pemkot Bogor memperbaiki jalan rusak menggunakan aspal bekas supaya aktivitas di Terminal Bubulak dapat tetap berjalan.
“(perbaikan) untuk sementara karena ada kubangan, kita tambal dengan bongkahan-bongkahan aspal karena kondisinya tidak bisa ditunda-tunda lagi," kata Syarifah Sofiah.
Menurut dia, aspal yang terkumpul merupaka sisa kerukan aspal baik dari kegiatan pemerliharaan di Kota Bogor, ada juga yang dari Asphalt Mixing Plant (AMP).
Adapun, bongkahan aspal yang terkumpul sebanyak 50 kubik untuk menambal jalan rusak, serta kubangan di Terminal Bubulak.
"Sekarang sudah mulai rapi dah berkurang, masih ada sebelah kanan materialnya masih kurang sehingga masih cari, PUPR masih cari, saya juga bantu cari dimanapun yang tersedia bongkahan aspal, karena ini memang tidak ada anggaran," tandas Syarifah Sofiah.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Bogor akhirnya mulai melakukan penanganan terhadap kerusakan yang terjadi di Terminal Bubulak pada Sabtu (20/1/2024).
Lintasan terminal yang berlubang dan digenangi air bak kolam lele itu sedikit demi sedikit ditambal dengan menggunakan aspal bekas. Sejumlah alat berat bahkan diterjunkan untuk mempercepat upata penanganan ini.
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan, Pemkot Bogor sebetulnya sudah merencanakan penanganan kerusakan terminal secara keseluruhan. Dimulai dari pembenahan aspal. Namun, pihaknya masih menunggu pengadaan alat pemeliharaan aspal cold milling yang baru akan tiba pada Bulan Maret 2024 mendatang.
Baca juga: Terminal Bubulak Ditangani Sementara Pakai Aspal Bekas, Ini Alasannya
"Terminal Bubulak ini mempunyai luas 1,1 hektar, sehingga tidak mungkin kami aspal dengan alat yang konvensional atau sederhana. Alat cold miling yang akan tiba Bulan Maret itu akan berfungsi untuk pemeliharaan aspal dengan jangkauan luas," ujarnya saat ditemui Radar Bogor di Terminal Bubulak.
Dedie beralasan, penanganan Terminal Bubulak terkesan berjalan lambat lantaran banyaknya refocusing pada APBD.
Sehingga banyak anggaran yang dipotong dan dialokasikan menjadi anggaran cadangan Pemilu. Oleh karena itu Dedie meminta masyarakat untuk bersabar.(ded)
Penulis: Dede
Editor: Rany Puspitasari
Editor : Rany Sinaga