Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kabar Terkini Soal Dua Proyek Molor Kota Bogor, Pemkot Wanti-Wanti Kontraktor dan Konsultan

Rany Sinaga • Selasa, 30 Januari 2024 | 17:15 WIB


BOGOR-RADAR BOGOR, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memberikan update terbaru terkait dua proyek molor atau lewat tahun pada masa pembangunannya, yakni pembangunan lanjutan Masjid Agung Kota Bogor dan Gedung Olahraga (GOR) Indoor di Kecamatan Bogor Selatan.





Kepala Bagian Administrasi Pembangunan (Adbang) Setda Kota Bogor Lia Kania Dewi mengatakan, untuk progres pembangunan lanjutan Masjid Agung Kota Bogor saat ini sudah di atas 90 persen, sedangkan untuk GOR Indoor di Kecamatan Bogor Selatan pekerjaanya hampir rampung.





Baca juga: 50 Proyek Molor, DPUPR Putus Kontrak 4 Kontraktor





"Ya kalau Masjid Agung sudah 90 persen per minggu lalu, sekarang sudah lebih, dan target penyelesaiannya maksimum tanggal 20 Februari," kata Lia Kania Dewi kepada wartawan Rabu (30/1).





Menurut dia, secara umum pekerjaan yang sebelumnya terkendala saat ini terus digeber, bahkan akses menuju Alun-alun Kota Bogor dan jembatan penghubung menuju Pasar Blok F juga telah rampung.





"Kemarin tinggal penghubung jembatan ke Pasar, tapi sekarang sudah (selesai). Insyaallah selesai, kelihatannya kekejar," ucap dia.





Kemudian, lif untuk Masjid Agung juga sudah datang sehingga saat ini pekerjaan rumahnya tinggal melakukan pemasangan.





"(Kemarin) karena disiapkan konstruksi untuk pasang lifnya dulu, sudah ada, amanlah," katanya.





Meski target paling akhir adalah 20 Februari, namun Lia Kania Dewi meyakini dapat selesai lebih cepat di awal Februari 2024.





"(Tahun ini) sudah dipastikan tidak ada pekerjaan lagi dan bisa langsung diresmikan, sebelum puasa harus sudah bisa digunakan secara keseluruhan," imbuh dia.





Sedangkan untuk GOR Indoor di Kecamatan Bogor Selatan, progresnya mencapai 99 persen.





"Besok juga mungkin sudah selesai, dan keduanya (proyek lewat tahun) akan dikenakan denda," ucap Lia Kania Dewi.





Berkaca dari kegiatan 2023, Lia Kania Dewi meminta agar pihak ketiga dalam pelaksanaan pekerjaanya melakukan perencanaan dengan baik.





"Waktu time schedul harus benar-benar dikawal pada saat pelaksanaan, jangan sampai ada keterlambatan material, SDM dan lainnya," katanya.





Lia Kania Dewi juga mengingatkan kepada konsultan pengawaa agar lebih maksimal dalam melakukan pengawasan.





"(Sebenarnya) semua pihak termasuk kita (Pemkot) juga ikut mengawal dan memastikan selesai. Insyaallah tahun depanmah tidak ada lagi kegiatan yang sifatnya luncuran," tandas Lia Kania Dewi.





Sebelumnya, Pembangunan lanjutan Masjid Agung Kota Bogor di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, menyisakan persoalan.





Musababnya, pekerjaan yang menelan anggaran Rp 33,12 miliar itu tidak selesai tepat waktu.





Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, pembangunan tahap akhir Masjid Agung yang dimulai sejak Mei 2023 ini memang tidak dapat diselesaikan sesuai target pengerjaan.





Menurut dia, pekerjaan akan berlanjut pada 2024 untuk penyelesaian menara, dan fasad.





“Ya kita akan maksimalkan pengawasan, karena ini kontraktornya tidak amanah menurut saya, saya sudah tegur keras berkali-kali, gak beres dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan,” kata Bima Arya, baru-baru ini.





Ke depan, pengerjaan Masjid Agung Kota Bogor yang menyisakan sekitar 20 persen lagi tak hanya di awasi Dinas Pekerjaan dan Penataan Ruang (PUPR) namun juga Kejaksaan Kota Bogor.





“Ditargetkan Februari dan paling lambat Maret bisa selesai tuntas, sepertinya ada persoalan internal tapi Insyaallah kita maksimal Februari bisa selesai dan dikenakan penalty,” ucapnya.





Adapun, Masjid Agung Kota Bogor ini nantinya akan terintegrasi dengan Alun-alun Kota Bogor dan juga memiliki perpustakaan.





“Insyaallah ada menara setinggi 50 meter menghadap ke alun-alun Kota Bogor,” imbuh dia.





Selain Masjid Agung Kota Bogor, pembangunan lanjutan Gor Selatan juga dipastikan lewat tahun.





Diketahui, pembangunan lanjutan Masjid Agung dikerjakan oleh PT Bumi Putri Silampari. Proyek akhir itu menelan anggaran Rp 33,12 miliar.





Pembangunan lanjutan meliputi pekerjaan arsitektur eksterior, menara, pekerjaan pendahuluan, pekerjaan fasad kaca, kerawanan GRC dan lisplang atap, pekerjaan luar bangunan masjid, serta pekerjaan arsitektur interior.





Termasuk juga pengerjaan dasar, lantai satu ruang sholat utama, lantai dua lantai mezzanine, tangga dari lantai dasar ke lantai satu ruang salat utama, hingga pekerjaan atap.





Baca juga: Akhir Tahun, Masih Banyak Proyek Molor di Bogor





Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor dimulai sejak 2015 dengan bantuan Rp 50 miliar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar). Namun, 2016 pembangunan terhenti lantaran dua kali mengalami gagal lelang proyek.





Pada 2017, proyek pembangunan dihentikan karena Inspektorat Jabar menemukan ketidaksesuaian proses pekerjaan dengan rencana awal pembangunan. Pada 2018, pengerjaan kembali dilakukan Pemkot Bogor dengan anggaran Rp 8,6 miliar. Pengerjaan tersebut, menghasilkan bangunan fisik mencapai 65 persen.





Pada 2019, Pemkot Bogor kembali menyiapkan anggaran Rp 15 miliar untuk pembangunan. Namun, Puslitbang Perumahan dan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan audit konstruksi Masjid Agung pada 2019 yang mengharuskan pembangunan dihentikan sementara.





Audit yang seharusnya sudah keluar pada tahun tersebut baru diterima Pemkot Bogor pada 2020. Hasilnya, kontruksi tidak dapat menopang atap dengan beban berat yang mengharuskan pembuatan struktur baru.





Lalu pada APBD 2021, DPRD Kota Bogor bersama TAPD menganggarkan Rp 31,4 miliar dan pada APBD 2022 dianggarkan Rp 26 miliar. Pekerjaan tahap akhir dilakukan pada 2023.(ded)





Penulis: Dede
Editor: Rany Puspitasari


Editor : Rany Sinaga
#kota bogor #proyek molor #GOR Bogor Selatan #masjid agung