Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sudah Tidak Terima Kompensasi, Usaha Warga Kampung Pabangbon Bogor Dipersulit Perusahaan

Rany Sinaga • Selasa, 13 Februari 2024 | 20:18 WIB
PT Sinde Budi Sentosa sengaja membangun tembok setinggi kurang lebih 3 meter, di batas lahan antara milik perusahaan dengan Kampung Pabangbon.
PT Sinde Budi Sentosa sengaja membangun tembok setinggi kurang lebih 3 meter, di batas lahan antara milik perusahaan dengan Kampung Pabangbon.


CARINGIN-RADAR BOGOR, Nestapa Warga Kampung Pabangbon, Desa Cinagara, Caringin. Kehadiran investor yang membangun perusahaan di wilayah tersebut, justru merugikan warga setempat.





Sejumlah warga Kampung Pabangbon yang masih bertahan dari pembebasan lahan semakin dipersulit. Selain belum menerima kompensasi sejak perusahaan melakukan pembangunan sekitar 7 tahun lalu, kini warga dibatasi usahanya.





Pantauan Radar Bogor, PT Sinde Budi Sentosa sengaja membangun tembok setinggi kurang lebih 3 meter, di batas lahan antara milik perusahaan dengan Kampung Pabangbon.





Sementara sekitar 7 rumah masih bertahan meski telah di kelilingi tembok tersebut.





Baca juga: Yuk Berburu Spot Foto Instagramable di Panorama Pabangbon Bogor





Salah seorang warga Kampung Pabangbon, Tati Rahayu mengaku kehilangan omzet dari usahanya membuka warung kopi.





"Tadinya ada jalan untuk warga maupun pekerja proyek pembangunan untuk datang ke sini beli kopi atau rokok, sekarang sudah ditutup sama tembok oleh perusahaan," ucapnya kepada wartawan, Selasa (13/2).





Padahal, selama ini dia bersama warga lainnya yang masih bertahan dari pembebasan tidak menuntut kompensasi dan kerugian lainnya.





Meskipun setiap hari harus diselimuti debu dan getaran dari kegiatan pembangunan, namun Tati hanya ingin usahanya tidak dipersulit.





"Padahal saya gak minta apa-apa sama perusahaan, tembok rumah sudah retak-retak, sekarang jalan usaha ditutup," keluhnya.





Sempat, lanjut Tati, pihak perusahaan menawarkan agar lahan berikut bangunan rumahnya untuk dibebaskan. Namun karena harga yang tidak sesuai, Tati menolak tawaran tersebut.





"Kami bukannya tidak mau menjual rumah kami, tapi kalau dijual juga tidak akan cukup untuk membeli tanah sama bangunan. Saya duga pihak perusahaan mau mengusir kami secara halus," tudingnya.





Sementara itu, pihak pelaksanaan PT Sinde Budi Sentosa Ade Yodian menjelaskan, pemasangan pagar tembok di Kampung Pabangbon, dilakukan untuk alasan keamanan. Dia juga menegaskan bahwa tembok tersebut didirikan di area internal perusahaan.





"Kami tidak asal pasang, sebelumnya kami musyawarah dulu dengan warga Kampung Pabangbon. Bahkan kalau memang warungnya terhalang, kami persilahkan jualan di dalam, karena kalau soal pemagaran itu untuk keamanan area," tukasnya.(cok)





Penulis: Septi
Editor: Rany Puspitasari


Editor : Rany Sinaga
#bogor #kampung pabangbon #konflik warga #PT Sinde Budi Sentosa