Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Resmi Nonaktifkan Oknum Guru Terduga Pelaku Asusila ke Muridnya, SMP di Cigombong Tetap Berikan Layanan Pendidikan ke Korban

Rany Sinaga • Selasa, 27 Februari 2024 | 20:14 WIB


CIGOMBONG-RADAR BOGOR, Oknum guru terduga pelaku asusila di SMP Negeri 1 Cigombong, Kabupaten Bogor resmi dinonaktifkan.





Sementara keluarga korban dari pelaku asusila, yang juga siswi di sekolah tersebut, memutuskan untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.





Kepala SMPN 1 Cigombong Rojai menuturkan, pihak keluarga korban dari pelaku asusila itu, memutuskan hal tersebut karena keinginan pribadi tanpa paksaan dari pihak manapun.





"Itu hak pihak keluarga sendiri, mereka menginginkan persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan dengan mempertimbangkan mental anak tersebut," ujarnya, Selasa (27/2/2024).





Menurutnya, pihak keluarga korban khawatir mental buah hatinya terganggu ketika kasus tersebut sampai berlanjut ke ranah hukum.





Meskipun diselesaikan secara kekeluargaan, namun keluarga korban menuntut pihak sekolah agar oknum guru tersebut tidak lagi mengajar di SMPN 1 Cigombong.





"Itu disaksikan juga oleh seluruh RT dan RW setempat, yang semua dilakukan kekeluargaan. Hanya satu tuntutannya bahwa guru tersebut tidak lagi mengajar di SMPN 1 Cigombong," ungkap Rojai.





Baca juga: Kemenang Kabupaten Bogor Pastikan Beri Sanksi Oknum Guru yang Diduga Lakukan Tindak Asusila ke Muridnya





Tuntutan tersebut telah dikabulkan oleh pihak sekolah dengan menonaktifkan guru berinisial EP tersebut. Sementara pihak sekolah telah mengembalikan guru tersebut ke Kementerian Agama (Kemenag) mengingat status guru tersebut merupakan ASN.





"Sejak tanggal 22 saya mengambil sikap untuk memberikan surat non-aktif kepada guru bersangkutan. Kemudian saya serahkan kembali ke Kemenag Kabupaten Bogor. Masalah proses keberlanjutannya sudah kewenangan mereka," terangnya.





Saat ini, kata dia, siswa yang menjadi korban dari oknum guru tersebut telah berada di kediamannya dalam kondisi aman.





Meski demikian, pihak sekolah tetap memberikan pelayanan pembelajaran, dan pengawasan melalui instansi dan guru terkait, kepada korban dari pelaku asusila.





"Kepada korban dari pelaku asusila Kita berikan melalui pembelajaran jarak jauh dan pendampingan masih ada, baik dari KPAI, guru BK, wali kelas mendampingi setiap hari," pungkasnya.(cok)





Penulis: Septi
Editor: Rany Puspitasari


Editor : Rany Sinaga
#pelaku asusila #SMPN 1 Cigombong #kabupaten bogor