SUKAMAKMUR-RADAR BOGOR, Hamparan tanaman sayur mayur memanjakan mata. Lokasinya berada di perbukitan di ujung timur Kabupaten Bogor. Tepatnya di Kampung Arca, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor.
Baca Juga ; Gegara Cincin, Bayi di Sukamakmur Bogor Dilarikan Ke IGD Puskesmas
Di sana, mayoritas warga Sukamakmur berprofesi sebagai petani tanaman holtikultura. Ada petani tomat, daun bawang, sawi wortel dan cabai.
Para petani di sana mayoritas masih mengunakan pupuk kimia subsidi. Namun, pupuk itu menjadi hal yang cukup sulit di dapat oleh petani di sana. Tidak semua petani bisa mendapatkan pupuk subsidi itu.
Kondisi inipun kerap membuat para petani pusing. Lantaran kesulitan mendapatkan pupuk subsidi. Dani salah-satunya. Petani asal kampung arca itu mengaku sulit mendapatkan pupuk subsidi di sana. Tidak jarang para petani mengunakan pupuk non subsidi. Namun harganya jauh lebih mahal. Bisa empat kali lipat.
"Pupuk subsidi itu Rp150 ribu per karung, kalau non subsidi itu Rp 600 ribu per karung," katanya kepada Radar Bogor Senin (4/3/2024).
Akan tetapi, permasalahan itu saat ini sudah mulai teratasi. Ketika Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) bersama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan RI datang. Dirinya dibantu untuk membuat pupuk kompos. "Sangat terbantu sekali, kami sekarang bisa buat pupuk sendiri," tuturnya.
Dengan pembinaan itu, kata dia dirinya dan sejumlah petani lainya juga kini sedang beralih ke sayuran organik. Iapun mengaku dibina dan diberikan pembekalan serta praktek dalam pertanian sayuran organik tersebut.
"Iya, ini kami sedang mengembangkan sayuran organik. Sudah mulai jalan. Harga sayuran organik juga jauh lebih mahal, sehingga mampu meningkatkan penghasilan para petani di sini," paparnya.
Sementara itu Fasilitator YDBA, Fauziyah mengatakan ada puluhan petani yang masuk binaan ada. Dengan pembinaan yang mereka lakukan, saat ini para petani lebih sejahtera. Hasil panen pun mengalami peningkatan dibandingkan sebelum adanya pembinaan.
"Kami bina mereka, kami ajari kami arahkan. Alhamdulillah saat ini hasil panen mereka meningkat," katanya kepada Radar Bogor.
Sementara itu perihal peralihan para petani menjadi petani sayuran organik, saat ini sedang dalam proses sertifikasi. "Masih dalam proses, saat ini sudah berjalan. Diantaranya wortel dan kol," paparnya.
Sementara itu, Sekretaris Pengurus Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) Ema Poedjiwati Prasetio, mengatakan pembinaan yang dilakukan oleh YDBA dilakukan secara menyeluruh.
Mulai dari pembentukan mental, belajar, praktek hingga nantinya menjadi UMKM yang mandiri. "Pembinaan kami ini dilakukan hingga mereka mandiri," katanya kepada Radar Bogor.
Untuk itu, kata dia saat ini dirinya datang mengunjungi petani binaan di Sukawangi, kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor tersebut. Ia melihat langsung bagaimana para petani berkembang.
"Di sini, kami mulai pertengahan tahun 2022, hari ini kami datang lagi melihat langsung DNS memberikan motivasi kepada para petani binaan kami," paparnya.
YDBA sendiri kata dia berharap pembinaan yang dilakukan ini bisa membuat petani di sini menjadi sukses serta bisa menularkan pengetahuan dan kesuksesan itu kepada petani lainya. "Jadi kami ingin lahir petani sukses di sini. Kemudian bisa menularkan kepada yang lain," tuturnya.
Baca Juga ; Dapat Satu Kursi di Dapil IV Kabupaten Bogor, Wasto : Jaga dan Kawal Suara PKS
Kata dia, saat ini YDBA juga berusaha agar para petani binaan YDBA di Sukamakmur ini naik kelas. "Dengan mereka beralih pada pertanian organik, ini membuat mereka naik kelas. Harga sayuran organik ini jauh lebih mahal ketimbang yang non organik," tukasnya. (all)
Reporter : Arifal
Editor : Yosep
Editor : Administrator