BOGOR-RADAR BOGOR, Kota Bogor kembali meraih penghargaan paling bergengsi di bidang kebersihan, yakni Piala Adipura. Prestasi ini mengukuhkan Kota Bogor, menjadi salah satu kota terbersih di Indonesia selama 2 tahun berturut-turut.
Hal itu disampaikan Wali Kota Bogor, Bima Arya. Ia mengungkapkan, dirinya telah menerima undangan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk menerima kembali penghargaan Piala Adipura Selasa (6/3/2024) besok.
Bima mengatakan, Piala Adipura ini menjadi buah atas kerja keras, dan kolaborasi yang telah dilakukan petugas kebersihan, masyarakat, komunitas, dan berbagai gerakan kebersihan yang ada di Kota Bogor.
"Terutama Pasukan Kuning, petugas kebersihan, Park Ranger, berbagai gerakan kebersihan, seperti Bogorku Bersih yang terus berjalan konsisten, serta komunitas-komunitas, di antaranya Komunitas Peduli Ciliwung dan Bogor Clean Action yang terus mengawal," ujar Bima kepada Radar Bogor, Senin (4/3/2024).
Untuk merayakan prestasi itu, Pemerintah Kota Bogor bakal menyelenggarakan kembali pawai arak-arakan Piala Adipura keliling Kota yang sebelumnya akan dipusatkan terlebih dahulu di Alun-alun Kota Bogor.
Bima mengatakan, pawai tersebut bukan sekedar perayaan saja namun juga sosialisasi dan penguatan motivasi warga untuk senantiasa mempertahankan kebersihan Kota Bogor supaya meraih Piala Adipura di tahun berikutnya.
Baca juga: Dukung Adipura dan Penghijauan Kota Bogor, Yasmin Sanad Bagi-bagi Tanaman Hias
"Ini tradisi yang kami bangun agar ada ikatan emosional antara warga dengan Piala Adipura. Supaya mereka senatiasa menjaga kebersihan kota ini," ujar Bima.
Capaian Piala Adiputa tahun ini semakin membuka kesempatan Kota Bogor, meraih penghargaan yang lebih tinggi, yakni Adipura Kencana apabila kembali meraih Piala Adipura ketiga di tahun depan.
Oleh karena itu, Bima menitipkan pesan pada Wali Kota Bogor baru di periode berikutnya, untuk menjaga kolaborasi yang telah terjalin antara Pemkot dengan warga yang menurutnya mesti terus dikuatkan.
"Karena itu kuncinya. Menjaga kebersihan itu tidak cukup oleh Pemkot saja sendirian," tegasnya.
Sekretaris Daerah Kota Bogor, Syarifah Sofiah menerangkan Piala Adipura ke-2 ini diraih Pemkot Bogor dengan upaya keras dan tidal mudah lantaran ketarnya penilaian yang dilakukan oleh KLHK.
Kota Bogor mesti menjaga kebersihan sehingga tidak ada timbulan sampah di berbagai tempat seperti pasar, perhotelan, tempat perdagangan, kuliner.
Penilaian dilakukan pula di tingkat masyarakat misalnya di permukiman hingga keaktifan banl sampah. Tak berhenti di situ sorotan juga dilakukan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
"Kami selalu ingatkan Dinas Lingkungan Hidup untuk menjaga bukan hanya penataan tapi juga menjaga agar tidak terjadi kebakaran. Karena ini jadi salah satu faktor pergitungan Adipura," terang Syarifah kepada Radar Bogor.
Ia mengungkapkan, untuk mengurangi resiko kebakaran Pemkot Bogor melakukan tindak pencegahan dengan memanfaatkan gas amoniak yang timbul dari sampah menjadi sumber bahan bakar rumah tangga bagi warga sekitar TPA Galuga.
Syarifah mengatakan, proses penilaian Piala Adipura telah dilalui Kota Bogor selama 1 tahun terakhir.
Penilaian ini intens dilakukan pada akhir tahun 2024 kemarin baik secara terang-terangan hingga secara sembunyi-sembunyi oleh KLHK.
Baca juga: Ini Kunci Kemenangan SDN Kedunghalang 5 di Ajang Bogorku Bersih
"Untuk mengapresiasi upaya keras yang telah dilakukan kami akan menggelar pawai arak-arakan Piala Adipura dengan rute Start Alun-Alun Kota Bogor ke Jalan Kapten Muslihat, Jalan Juanda, Jalan Jalak Harupat, Jalan Pajajaran, Jalan Otista, Jalan Suryakencana, Jalan Siliwangi, Jalan Lawang Gintung, Jalan Batutulis, Jalan Bondongan, Jalan Empang ke BTM, lanjut ke Jalan Juanda, lalu finish di Balaikota Bogor. Pawai ini akan diikuti sekira 1000 Pasukan Kuning dari DLH, tim penyapu dari Disperumkim, Organisasi Perangkat Daerah, dan Forkopimda Kota Bogor," terang dia.
Pawai Piala Adipura juga akan melibatkan warga setempat terutama pelajar SMP dan warga. Syarifah menyebut, perayaan juga akan dimeriahkan oleh berbagai penampilan yang akan dipersembahkan oleh wilayah Kecamatan yang dilalui iring-iringan pawai. (Fat)
Penulis: Reka Faturachman
Editor: Rany Puspitasari
Editor : Rany Sinaga