Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Puluhan Mahasiswa Unjuk Rasa Tutup Jalan Istana Bogor, Sampaikan Enam Tuntutan Ini

Rany Sinaga • Rabu, 6 Maret 2024 | 22:14 WIB
Puluhan mahasiswa unjuk rasa menyampaikan ada enam tuntutan yang disuarakan pada saat aksi, di Jalan Ir. H. Juanda, tepatnya di depan Gereja GPIB Zebaoth Bogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Rabu (6/3/2024) sore. Dede/Radar Bogor
Puluhan mahasiswa unjuk rasa menyampaikan ada enam tuntutan yang disuarakan pada saat aksi, di Jalan Ir. H. Juanda, tepatnya di depan Gereja GPIB Zebaoth Bogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Rabu (6/3/2024) sore. Dede/Radar Bogor


BOGOR-RADAR BOGOR, Puluhan mahasiswa unjuk rasa menyampaikan ada enam tuntutan yang disuarakan pada saat aksi, di Jalan Ir. H. Juanda, tepatnya di depan Gereja GPIB Zebaoth Bogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Rabu (6/3/2024) sore.





Ketua Himpunan Mahasiwa Islam HMI Tazkiah Ridwan Hidayat mengatakan, aksi unjuk rasa ini dilakukan untuk menyuarakan aspirasi rakyat di mana harga pangan yang naik, dan melambung sangat tinggi.





Kemudian unjuk rasa dilakukan, karena pihaknya mengaku miris dengan negara Indonesia.





Di mana merupakan negara Katulistiwa dan memiliki iklim tropis, namun faktanya beras yang merupakan kebutuhan pokok saat ini harganya naik.





"Tuntutan pertama, turunkan bahan pokok segera, tegakan festival Pemilu 2024 dengan jujur, dan adil, serta kembalikan marwah demokrasi," kata Ridwan Hidayat.





"Kemudian yang kita sayangkan itu adalah kenapa disaat kegagalan panen di antara petani itu, Jokowi malah mengimpor beras dari luar ketika harga itu naik dia malah mengimpor beras dari luar dengan sangat banyak," sambung dia.





Atas hal itu, pihaknya mempertanyakan kebijakan Presiden Joko Widodo yang dinilai salah langkah.





Sebab, kebijakan impor beras tersebut bukan solusi untuk menyelesaikan masalah yang dialami para petani.





"Tapi dia malah mengagalkan laba dari petani itu sendiri dengan mengimpor beras dengan cukup banyak," ucap dia.





Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Bogor Raya, Teriakan Kenaikan Harga





Kemudian tidak hanya itu, mahasiswa juga mempermasalahkan janji Presiden Jokowi terkait penyelesaian HAM yang sempat diungkit-ungkit pada masa kampanye.





Selain itu, kisruh Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 juga belum dapat dikatakan selesai.





"Terus mulai kemarin soal BBM, demokrasi yang hancur, ada ratusan kampus yang menyatakan cacatnya demokrasi kita, entah bagaimana peraturan itu sendiri dilecehkan dikhianati oleh para petinggi dan pejabat negara kemudian sayangnya pak Jokowi tidak bisa hadir di sini," katanya.





Pada kesempatan itu, Ridwan Hidayat menyampaikan tuntutan kelima, yakni mengecam Badan Perencanaan Pembangunan Nasional untuk menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik.





"Tuntutan terakhir atau keenam dalam unjuk rasa, adalah penggulingan kekuasaan bila keseluruhan tuntutan tidak terlaksana dalam satu minggu," tandas Ridwan Hidayat.(ded)





Penulis: Dede
Editor: Rany Puspitasari


Editor : Rany Sinaga
#unjuk rasa #istana kepresidenan bogor #mahasiswa Bogor Raya