BOGOR - RADAR BOGOR, Masjid Besar Siti Rukoyah menjadi salah satu rumah ibadah yang terbilang sangat megah di Kota Bogor.
Masjid yang berlokasi di Jalan Aria Surialaga, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat ini terbilang baru. Sebab, diresmikan pada 19 Agustus 2022 oleh Walikota Bogor, Bima Arya, bersamaan dengan pelaksanaan salat Jumat perdana.
Penamaan masjid biasanya menggunakan nama seperti Masjid Istiqlal di Jakarta, Masjid Al-Akbar di Surabaya, atau Masjid Raya Al Jabbar yang diresmikan oleh Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada 30 Desember 2022 lalu.
Namun tidak berlaku bagi Masjid Besar Siti Rukoyah. Penamaan Masjid Besar Siti Rukoyah rupanya diketahui merupakan sebuah nama, di mana dinyatakan sebagai simbol dedikasi atau tanda kecintaan anaknya kepada ibunya yang bernama Abdul Rohim.
“Masjid Besar Siti Rukoyah, karena mengatas namakan orangtuanya,” kata Abdi Mulya, Takmir Masjid Besar Siti Ruqoyah kepada Radar Bogor pada Selasa (12/3).
Baca juga: Salat Tarawih di Masjid Agung Kota Bogor, Bakal Diisi Imam dan Qori Nasional
Kepada wartawan Radar Bogor, Abdi Mulya menceritakan ikhwal keberadaan masjid yang ada di bilangan Kecamatan Bogor Barat ini. Jauh sebelum adanya masjid ini, Abdul Rohim sebenarnya memiliki cita-cita untuk membangunkan rumah untuk ibunya Siti Rukoyah.
Pada saat itu, usaha yang dirintisnya mungkin belum seberapa, setelah maju rupanya Abdi Mulya benar-benar membangunkan masjid yang diperuntukan untuk ibunya yang sudah meninggal.
“Sebelumnya tidak ada terpikirkan untuk membangun masjid, mungkin karena pahala jariah, pak Abdul Rohim ini membuatkan masjid ini untuk jamaah,” ucapnya.
Diketahui, Abdul Rohim sendiri memang bertempat tinggal dan besar persis di seberang Masjid Besar Siti Rukoyah.
Masjid Besar Siti Rukoyah sendiri memang tidak terlalu besar, namun terlihat anggun dan megah. Di mana, arsitektur bergaya modern dengan sentuhan Timur Tengah atau Turki Ustmani berupa kubah dan menara.
Adapun, kubah Masjid Besar Siti Rukoyah tampil menyolok berlapis enamel warna hijau, biru, dan kuning berpola belah ketupat. Kemudian, menara yang menjulang sekitar 25 meter dihias ornamen pola arus air.
Pada bagian Pintu dan jendela yang berpola melengkung dan bercat belang-belang, mengingatkan pada masjid Nabawi di Madinah.
Keindahan Masjid Besar Siti Rukoyah semakin terpancar oleh tiang-tiang di teras yang dibalut pualam, dan diberi sentuhan warna emas diatasnya. Kaligrafi lafadz Allah dalam lingkaran diselingi hiasan pola bunga menghias sisi atas teras juga melengkapi pemandangan.
Adapun, bangunan Masjid Besar Siti Rukoyah ini memiliki tiga lantai, di mana basement digunakan untuk toilet dan tempat wudhu. Sedangkan lantai 1 sebagai ruang ibadah utama seluas sekitar 250 m², dan lantai 2 atau mezanine sebagai ruang ibadah tambahan seluas 150 m². Total luas lantai 400m², dengan total bisa menampung hingga 1.000 jamaaah.
Interior Masjid Besar Siti Rukoyah sungguh semarak dan megah. Didominasi oleh mihrab yang penuh warna keemasan. Tepian mihrab yang berpola melengkung dilapis emas dan dipenuhi oleh kaligrafi timbul. Nuansa emas juga menyelimuti back drop, berupa hiasan berbentuk pintu Ka’bah (Al Burk) dalam skala 1: 1.
Diselingi pualam warna hitam, berhiaskan kaligrafi kalimat Tauhid dalam bingkai lingkaran lonjong. Sedangkan, Mihrab berdimensi lebar 5 meter, tinggi 8 meter dan kedalaman 3 meter. Bidang diatas lengkungan diisi roster tembaga berpola bintang Islami.
Baca juga: Perdana Salat Tarawih, Ratusan Jemaah Muhammadiyah Kota Bogor Padati Masjid Al Furqon
Di dalam mihrab terdapat sajadah untuk sholat imam, dan mimbar. Mimbar terbuat dari kayu berbentuk kotak dengan hiasan ukiran Jepara dan kaligrafi warna emas.
Saat ini berbagai kegiatan Keislaman setiap minggunya selalu padat, salah satunya agenda Majelis Rasulullah pernah dilakukan di Masjid Besar Siti Rukoyah, sedangkan untuk kajian diadakan setiap Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat.
“Alhamdulillah saat ini dikenal dari kalangan luar, dan mereka memandang positif. Sebagian besar bahkan mereka tahu dari tontonan youtube,” ucapnya.
Jamaah kerap menyingkat nama Masjid Besar Siti Rukoyah menjadi ‘Mesir’. Meski ornamen bergaya sentuhan Timur Tengah, namun penaman Mesir sendiri sebenarnya merujuk pada singkatan. (ded)
Penulis: Dede
Editor: Rany Puspitasari
Editor : Rany Sinaga