DRAMAGA-RADAR BOGOR, Dosen Gunadarma dan juga staf ahli BPK, Wendra Afriana menyoroti perempuan nelayan dalam Sidang Promosi Doktoral di Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB) Program Studi Ekonomi Kelautan Tropika (EKT).
Wendra Afriana berhasil menyelesaikan studinya dengan predikat Cumlaude, mengangkat isu human capital perempuan nelayan.
Sidang terbuka berlangsung Jumat, 8 Maret 2024, bertempat di Ruang Pareto Auditorium FEM, Kampus IPB Dramaga.
Disertasinya yang berjudul "Human Capital Investment Perempuan Nelayan dalam Perspektif Ekonomi Kelautan". Dalam desertasinya menunjukkan adanya komunitas perempuan nelayaan itu memiliki tiga peran melekat yang dilakukan secara bersamaan, yakni peran domestik, peran ekonomi serta peran sosial. Perempuan nelayan terlibat penuh dalam pengurusan peran domestik dan laki-laki tidak.
Sedangkan pada bidang ekonomi, peran perempuan nelayan hanya sebagai tambahan, upah yang diterima perempuan nelayan dari hasil kegiatan ekonomi hanya untuk menambah pendapatan rumah tangga nelayan.
Baca juga: Ganjar Jadi Presiden, Kredit Macet Nelayan Diputihkan
Sementara pada sosial, perempuan menghabiskan waktu untuk istirahat dirumah dibandingkanbersosialisasi.
"Rendahnya human capital perempuan nelayan di wilayah pesisir karena pendidikan yang didominasi lulusan SD," ungkap Wendra.
Dengan kurangnya skill atau keterampilan hingga berdampak rendahnya human capital mereka adalah upah yang diterima sangat rendah, bahkan dibawah Upah Minimum Regional (UMR).
Hal tersebut menurut Wendra menunjukan tenaga kerja perempuan di rumah tangga nelayan dinilai rendah. Bekerja hanya menambah pendapatan keluarga, bukan untuk digaji sebagaimana layaknya sebagai pekerja.
"Bentuk human capital investment di dua wilayah penelitian berupa engagement masyarakat dalam kegiatan yang didasari oleh nilai-nilai filantropi," tegas wanita yang juga staf ahli di Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) ini.
Sementara itu ketua sidang, dosen pembimbing sekaligus promotor, Prof. Dr. Didin menyebutkan bahwa disertasi Wendra dapat disimpulkan human kapital yang ada pada perempuan nelayan menentukan peningkatan kualitas keluarga.
"Dari disertasi Wendra membuktikan bahwa kapital itu bukan hanya kapital finansial. Bahkan yang lebih penting itu sebenarnya di balik kapital finansial, itu yang akan menjamin sukses dalam perspektif orang per orang, komunitas, bahkan negara, itu adalah budaya dan nilai-nilai agama," jelasnya.
Tidak hanya uang hal yang terpenting,budaya dan agama juga memberikan dampak positif. Hal lain, perempuan nelayan memiliki peran yang sangat penting bukan sekedar membantu bahkan penentu peningkatan kesejahteraan. (mer)
Penulis: Omer
Editor: Rany Puspitasari
Editor : Rany Sinaga