CIBINONG-RADAR BOGOR, Kenakalan remaja di Kabupaten Bogor semakin merajalela di bulan Ramadan ini.
Kenakalan remaja seperti tawuran sarung, hingga balap liar terjadi dibeberapa kecamatan, bahkan menimbulkan korban jiwa.
Polres Bogor sendiri telah melakukan patroli rutin dan penindakan terkait kasus ini. Namun masalah kenakalan remaja masih terus terjadi setiap harinya.
Wakapolres Bogor Kompol Adhimas Sriyono Putra mengatakan, sudah banyak laporan terkait kenakalan remaja ini.
Saat ini, mereka berusaha memaksimalkan patroli hingga ke daerah terpencil.
"Kami membutuhkan masyarakat untuk lebih menumbuhkan kepedulian kepada anaknya guna memastikan tidak terlibatnya mereka dalam kegiatan negatif apapun," katanya, Jumat (22/3/2023).
Saat ini, perilaku kenakalan remaja yang berulang diduga akibat anak-anak yang mengetahui dirinya dibawah umur, sehingga tidak bisa dipidanakan.
Baca juga: Marak Perang Sarung di Bogor, Pakar Psikolog Sebut Ajang Unjuk Diri Remaja
Berdasarkan hal itu, mereka bisa mengulangi hal serupa walau sudah ketahuan sebelumnya.
Kanit Reskrim Polres Bogor Iptu Gastari menuturkan, maka dari itu, masyarakat harus ikut serta mengawasi anaknya agar tidak keluar malam.
Apalagi pihak Polres menangani Kabupaten Bogor yang memiliki wilayah luas. Sehingga pasti ada wilayah yang tidak terjangkau.
"Karena perbandingan polisi dan masyarakat adalah satu banding seribu," sebutnya.
Mengamini, Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor Asep Saepudin menilai, kenakalan remaja di Kabupaten Bogor sudah sangat memprihatinkan.
Apalagi hal ini kerap kali menimbulkan korban
"Seolah menjadi rutinitas musiman dari Ramadhan ke Ramadhan. Peristiwa seperti ini muncul berulang, bukan berarti adanya pembiaran dari aparat berwenang, tetapi karena memang kurang sinergis dan kurang pekanya diantara berbagai pihak," nilainya.
Ia pun menyebut, sejumlah faktor penyebab kekerasan remaja ini. Pertama, kurang kontrol pihak orang tua dan keluarga.
Kedua, faktor lingkungan tinggal dan pergaulan yang bebas. Dan ketiga, faktor kebebasan digital.
"Pengaruh pergaulan dunia maya ini sangat besar kontribusinya dalam mendorong anak-anak remaja untuk melakukan aksi anarkis tersebut," ujarnya saat dihubungi Radar Bogor.
Ia pun meminta semua pihak dapat bersinergis, untuk melakukan pencegahan.
Misalnya, aparat keamanan melakukan patroli dan jam malam yang diperketat.
Pemerintah daerah (Pemda) membuat aturan jam malam bagi anak-anak remaja dan pelajar.
"Dan masyarakat mengaktifkan siskamling di tiap-tiap lingkungan, terlebih di area-area yang disinyalir rawan," pintanya.
Pihak KPAD Kabupaten Bogor, kata Asep, saat ini masih terus menggencarkan sosialisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Ini bagian untuk mencegah kekerasan terhadap anak dan pencegahan aksi tawuran antar pelajar maupun antar remaja.
"Tentu ini belum bisa maksimal ketika tidak sinergis dengan semua pihak. Untuk itu kami mengajak, mari kita jaga dan awasi putra-putri kita dari pergaulan bebas dan dari perbuatan-perbuatan anarkis lainnya, terkhusus di jam-jam rawan sore hari, malam hari dan dini hari," ungkapnya.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto menuturkan, Ramadan seharusnya menjadi ajang untuk memperkuat iman dan takwa. Bukan malah menjadi ajang untuk berbuat hal negatif.
"Kita pun menghimbau para generasi muda kita, di bulan suci Ramadan untuk tingkatkan Ibadah dan silaturahminya." ujarnya kepada wartawan.
Ia pun berharap, masyarakat untuk terus membimbing dan membersamai anak-anaknya dalam kegiatan ibadah.
Sebab, orang tua dan keluarga punya peran penting, sehingga jangan lengah dalam mengawasi kenakalan remaja.
"Hindari dan minimalisirkan kenakalan remaja, dan segala hal yang bersifat negatif, yang ujungnya nanti akan merugikan diri kita sendiri, dan lingkungan kita sendiri," harapnya. (rp1)
Penulis: Fikri
Editor: Rany Puspitasari
Editor : Rany Sinaga