Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sukses dengan Buku Pertamanya Soal Batik Bogor, Handayani Geulis Kembali Rilis Buku Kedua

Rany Sinaga • Selasa, 23 April 2024 | 21:37 WIB
Pemilik brand batik ternama, Handayani Geulis Batik Bogor Ratna Hadanyani, dan Dewi Anggrayni secara resmi merilis buku keduanya. Sofyansyah/Radar Bogor
Pemilik brand batik ternama, Handayani Geulis Batik Bogor Ratna Hadanyani, dan Dewi Anggrayni secara resmi merilis buku keduanya. Sofyansyah/Radar Bogor


BOGOR-RADAR BOGOR, Setelah sukses dengan buku pertamanya yang berjudul “Bogor dalam Torehan Canting, Reportase Batik Handayani Geulis”. Pemilik brand batik ternama, Handayani Geulis Batik Bogor Ratna Hadanyani, dan Dewi Anggrayni secara resmi merilis buku keduanya.





Adapun, Buku Torehan Canting Handayani Geulis: Representasi Diplomasi Budaya Indonesia secara resmi merilis buku dirilis di Ruang Auditorium Perpustakaan Kota Bogor, pada Selasa (23/4/2024).





"Hari ini adalah peluncuran buku yang judulnya Buku Torehan Canting Handayani Geulis: Representasi Diplomasi Budaya Indonesia," kata pemilik brand batik ternama, Handayani Geulis Batik Bogor Ratna Hadanyani.





Menurut dia, buku ini menjadi buku keenam yang ditulisnya. Namun demikian, Buku Torehan Canting Handayani Geulis sendiri merupakan buku kedua hasil kolaborasi dengan Ketua Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor Dewi Anggrayni.





"Kami menulis berdua dengan bu Dewi dan ini adalah buku kedua, yang pertama launching tahun lalu di bulan yang sama," ucapnya.





Lebih lanjut, Ratna Hadanyani mengatakan buku kedua ini mulai digarap pada 2023, setelah merilis buku pertamanya.





Dirinya menjelaskan, buku kedua yang dirilisnya ini mengambarkan diplomasi budaya yang merupakan satu hal yang sangat jarang dilakukan di Indonesia.





Baca juga: Karya Batik Handayani Geulis Diabadikan dalam Bentuk Buku





"Dan hanya sedikit pelaku diplomasi budaya apalagi dengan batik, kami berusaha (menuangkan) dalam sebuah buku," katanya.





Ke depan, pihaknya akan melakukan kegiatan ini bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri.





"Sejauh ini peran pemerintah sangat baikz kami disuport lahir bathin, artinya setiap kegiatan kami didukung terutama di Kota Bogor," ucap Ratna Hadanyani yang sengaja melakukan launching dan diskusi buku peringatan Hari Buku Sedunia atau World Book Day dan Hari Kartini. 





Dirinya berharap dengan peresmian buku ini menjadi penyemangat untuk berbuat banyak terhadap batik Bogor, dan pada umumnya.





Sementara itu, Ketua Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor Dewi Anggrayni menjelaskan, Buku Torehan Canting Handayani Geulis: Representasi Diplomasi Budaya Indonesia memiliki 11 bab.





Menurut dia, bab pertama menggambarkan Handayani Geulis Batik Bogor, sekaligus mengenalkan kepada pembaca sosok Ratna Hadanyani.





"Yang menarik dari dia itu semua gambaran tentang Bogor, representasi Bogor dia bikin jadi desain batik," ucapnya.





Sedangkan, bab selanjutnya kisah tentang warga negara asing yang pernah berkunjung ataupun yang negaranya pernah dia datangi oleh Ratna Hadanyani.





"Di setiap bab dari bab 1-11 itu warna warni negara kita tampilkan. Dan saya perkuat dengan kebanggaan orang asing kepada batik," ucapnya.





Saat ditanya mengapa yang digambarkan pada bukunya adalah Handayani Geulis Batik Bogor. Sebab, dirinya telah lama jatuh cinta pada batik, sekaligus ingin mempelajari lebih dalam.





"Saya kenal batik-batik lain, tapi yang mengganbarkan wajah Bogor persis memang torehannya bu Ratna. Ada motif rusa, angkot, kujang, hingga daun talas," papar dia.





Dewi Anggrayni mengaku, buku tersebut merupakan buku kedua yang digarap dengan Ratna Hadanyani, melalui Handayani Geulis.





"Tapi menurut saya, ini belum banyak yang saya eksplor. Masih perlu ditulis buku selanjutnya, ya bersama Handayani Geulis," tandas Dewi Anggrayni.(ded)





Penulis: Dede
Editor: Rany Puspitasari


Editor : Rany Sinaga
#kota bogor #peluncuran buku #Handayani Geulis