CISARUA-RADAR BOGOR, Pengelola wisata Pakis Hills Puncak mengungkapkan, bahwa patung Dewi Kencana bukan merupakan patung permanen. Melainkan patung temporer, yang sewaktu-waktu bisa dibongkar maupun diganti.
Menurut Humas Pakis Hills Puncak Jatnika, meski patung Dewi Kencana merupakan ikon wisata, namun bentuknya itu bersifat sementara.
"Perlu diketahui bahwa patung Dewi Kencana hanya temporary, hanya sementara. Paling lama enam sampai dua belas bulan, nanti kita ganti lagi," ungkapnya kepada Radar Bogor, Kamis (25/4).
Selain itu, lanjut dia, material patung tersebut juga terbuat dari bahan styrofoam dan bambu anyaman. Bukan bahan keras seperti besi atau pun semen.
"Ini juga kan hanya inovasi, kreatif, apalagi sekarang kan ada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu kan, kita salah satu seni kreatifnya itu di patung ini," jelas Jatnika.
Sementara terkait kearifan lokal, pihaknya juga mengklaim bahwa patung Dewi Kencana juga selaras dengan unsur di Kawasan Puncak.
Baca juga: Tanggapi Patung Dewi Kencana di Puncak, FKUB Minta Pengelola Pahami Kearifan Lokal
Bagaimana patung tersebut memegang sebuah pucuk teh sebagai tanda mengangungkan alam Puncak dengan hamparan kebun tehnya.
"Dan di tangan kanan patung tersebut terdapat kendi air sebagai simbol kesuburan alam di Kawasan Puncak, itu filosofinya sebenarnya," terang Jatnika.
Sehingga, pihaknya menilai bahwa narasi yang menyatakan patung tersebut sarat akan keagamaan terlalu jauh dari makna patung tersebut.
Pihaknya juga menegaskan, bahwa patung Dewi Kencana tidak lain merupakan bagian dari konsep Pakis Hills, untuk kepentingan pariwisata.
"Intinya kita fokus ke pariwisata, patung Dewi Kencana juga untuk meningkatkan pengunjung dan daya tarik aja, gak kemana-mana, apalagi ke ranah agama, kita gak kepikiran ke sana," tandasnya.(cok)
Penulis: Septi
Editor: Rany Puspitasari
Editor : Rany Sinaga