RADAR BOGOR- Konstelasi politik Kabupaten Bogor jelang Pilkada 2024 cenderung stagnan. Minimnya sosok baru yang muncul sebagai bakal calon Bupati Bogor membuat panggung Pemilihan Bupati Bogor tak menarik.
Direktur Eksekutif Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus) Yusfitriadi mengatakan, nama-nama yang muncul untuk menjadi bakal calon Bupati Bogor belakangan ini masih 'itu-itu' saja.
Figur-figur itu baik yang sudah mendapatkan kepastian dari partai politiknya seperti Ade Jaro, serta figur-figur yang merupakan tokoh parpol seperti Iwan Setiawan (Ketua DPC Gerindra Kab Bogor), Rudi Susmanto (Ketua DPRD Kab Bogor), dan Elly Yasin (Ketua DPC PPP Kab Bogor).
Ada pun figur yang masih mencari "kendaraan" itu juga bukan wajah baru, semisal Ade Wardhana.
"Sehingga tidak ada sosok baru yang menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat. Dan semua sosok lama tersebut semuanya berasal dari partai politik," papar Yus.
Yus menjelaskan, panggung Pilbup Bogor saat ini memang membutuhkan calon alternatif.
Dan tentunya, sambung Yus, calon alternatif itu harus 'fresh' dan memiliki kapasitas yang mumpuni ketika diusung menjadi bupati atau wakil bupati.
"Untuk menjadi calon bupati atau wakil bupati memang tidak hanya kapasitas yang harus menjadi pertimbangan. Namun juga banyak hal, seperti proses pengalaman di lingkaran pemerintahan baik partai politik maupun birokrasi, mempunyai relasi yang kuat dengan kekuatan partai politik termasuk juga mempunyai "amunisi" yang cukup untuk bertarung," jelasnya.
Ketika ditanya apakah memang ada calon alternatif dengan qualifikasi seideal itu, Yus menyatakan ada.
"Ada sosok yang menarik dan layak untuk menjadi bupati atau wakil Bupati Bogor, namun sampai saat ini belum muncul ke permukaan, begitupun apakah yang bersangkutan bersedia atau tidak yaitu Ibu Syarifah Sofiah, mantan Kepala BAPPEDA LITBANG Kabupaten Bogor, yang sekarang menjadi Sekda di Kota Bogor," katanya.
Yus menerangkan, ada tiga aspek kelayakan yang dimiliki Syarifah dan hal itu dapat menjadi pertimbangan.
Pertama, Trah Pejuang Pemerintah Kabupaten Bogor. Diketahui, Syarifah merupakan putri dari Ayip Rughbi, Bupati Bogor pada tahun 1979.
Kedua, lanjut Yus, pengalaman birokrasi. Selain tumbuh dan besar di bogor, bahkan menamatkan S3 nya IPB, Syarifah juga sosok yang berpengalaman di birokrasi.
Tentu saja pengalaman tersebut akan mempermudah menata dan mengelola pemerintahan daerah kabupaten bogor.
Terlebih bila disandingkan dengan figur yang berasal dari partai politik, nampaknya Kabupaten Bogor saat ini sangat butuh kombinasi politisi dan birokrasi dalam menata dan mengembalikan kepercayaan masyarakat.
"Ketiga, Sosok perempuan yang akademis. Sampai saat ini masyarakat Kabupaten Bogor nampaknya tidak akan disodorkan pilihan calon bupati atau calon wakil bupati dari kalangan perempuan kecuali Elly Yasin. Kita sama-sama Pahami, bagaimana trah Yasin dalam memipin kabupaten bogor selama tiga periode. Sehingga butuh figur perempuan lain yang segar namun pengalamannya tidak diragukan lagi. Misalnya Ibu Syarifah Sofiah," jelasnya. (*)
Editor : Yosep Awaludin