Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mantap Jadi Wali Kota Bogor, Begini Strategi Dokter Rayendra Hadapi Tantangan Dunia Pendidikan

Reka Faturachman • Senin, 29 April 2024 | 12:28 WIB
Dokter Rayendra saat podcast di Graha Pena Lantai 4 Radar Bogor, Senin (29/4/2024).
Dokter Rayendra saat podcast di Graha Pena Lantai 4 Radar Bogor, Senin (29/4/2024).

RADAR BOGOR - Langkah Raendi Rayendra atau biasa disapa Dokter Rayendra menggapai mimpi menjadi Wali Kota Bogor kian mantap.

Kini, Dokter Rayendra sudah berikhtiar mendaftarkan diri ke sejumlah partai politik untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) November 2024 mendatang.

Selain ikhtiar politis, Dokter Rayendra juga telah menyiapkan strategi untuk menghadapi dinamika dunia pendidikan.

Dirinya memahami 5 tahun ke depan berbagai persoalan dan tantangan akan menghadang kemajuan bidang pendidikan di Kota Bogor.

Gagasan itu pun dibeberkannya dalam Siniar Bicara Bogor yang berlangsung pada Senin (29/4/2024). Isu pertama yang akan menjadi fokusnya yakni terkait pemberdayaan guru.

Dokter Rayendra bakal memperhatikan kesejahteraan para guru di sekolah. Terutama menyangkut kebutuhan sehari-hari untuk dirinya sendiri dan keluarga.

"Sebagai kepala rumah tangga atau ibu rumah tangga, para guru harus dibuat nyaman, sejahtera dan bahagia. Dengan begitu mereka akan mempunyai energi positif untuk bisa melaksanakan tugasnya dengan baik dan mampu memotivasi para peserta didiknya," terangnya.

Fokus keduanya soal sarana prasarana pendidikan yang nyaman. Selain kenyamanan secara fisik, Dokter Rayendra juga bakal membuat setiap ruang kelas sekolah menjadi wadah diskusi bagi para pelajar.

Di bagian luar ia akan membangun ruang bermain dan olahraga yang menarik sehingga menjadi tempat berinteraksi yang sehat. Sekolah-sekolah juga akan dilengkapi kantin sehat, taman-taman hijau, ruang aktivitas kesenian, hingga klinik.

Dokter Rayendra juga ingin adanya perhatian pada kantor guru dan menghadirkan ruang khusus bagi siswa untuk bisa berkonsultasi privat dengan guru.

"Lingkungan sekolah harus menjadi rumah kedua bagi para siswa, agar mereka merasa nyaman, rileks, dan gembira. Sehingga mereka bisa membangun motivasi mereka untuk mengikuti setiap kegiatan belajar mengajar," tutur dia.

Dari sisi kurikulum, Dokter Rayendra ingin penerapan model Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka terus dilakukan dengan pengembangan dan penyempurnaan.

Menurutnya metode pendidikan ini membuat para siswa lebih aktif ketimbang hanya mendengarkan guru saja.

"Orientasi belajar juga perlu diubah dari orientasi yang mengutamakan kecerdasan intelektual, menjadi berorientasi pada penyampaian keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual pada setiap siswa," ucapnya.

Dokter Rayendra juga akan mendorong terbangunnya kolaborasi dalam dunia pendidikan. Antara sekolah dengan orang tua, kolaborasi antar setiap entitas, kolaborasi madrasah dengan pesantren, kolaborasi sekolah dengan perguruan tinggi, serta kolaborasi sekolah dengan lembaga usaha maupun pemerintahan.

Kolaborasi tersebut dilakukan dengan berbagai program dan kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan serta kebiasaan pada setiap unsur tersebut.

Strategi terakhir yang menjadi fokus Dokter Rayendra yakni menyangkut kebijakan pemerintahan. Ia memandang setiap kebijakan yang diterapkan dipandang perlu disesuaikan dengan situasi dan kondisi Kota Bogor.

Ini dilakukan agar tidak menimbulkan permasalahan baru dan justru akan membuat peraturan pusat tersebut efektif.

"Oleh karena itu setiap kebijakan dan peraturan yang diterbikan Pemerintah Kota Bogor, idealnya ditetapkan setelah melalui proses pembahasan bersama dan diskusi dengan para pakar pendidikan di Kota Bogor. Merekalah yang memahami situasi dan kondisi serta kebutuhan yang ada di dalam pelaksanaan pendidikan di Kota Bogor," terang dia. (fat)

Editor : Yosep Awaludin
#pendidikan #dokter Rayendra #Bakal Calon Wali Kota Bogor