RADAR BOGOR, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Cabang Bogor bersama Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Bogor, menggelar halal bihalal sekaligus pertemuan bersama perwakilan RS pada Rabu (1/5).
"Jadi keberadaan Persi ini melingkupi perhimpunan yang menjadi wadah seluruh rumah sakit tanpa membedakan rumah sakit pemerintah dan swasta," ungkap Ketua PERSI Bogor Raya Lanjar Sugiyanto ketika ditemui wartawan.
Dia menjelaskan, bahwa Persi ini merupakan partner secara nasional dan daerah, ketika pemerintahan membuat suatu kebijakan peraturan tentu ada masukan dari setiap perwakilan di perhimpunan rumah sakit.
"Kalau bahasanya ngariung untuk kebijakan terbaik pelayanan kesehatan khususnya seluruh masyarakat indonesia, termasuk di wilayah Bogor," ungkapnya.
Ia pun mengaku, tadi pun pihaknya melakukan diskusi dengan perwakilan rumah sakit pemerintah dan swasta terkait pelayanan sampai kebijakan.
"Sebenarnya kebijakan pemerintah itu yang terkenal dengan enam pilar itu antara lain penguatan untuk pelayanan kesehatan hingga rujukan sampai penyediaan farmasi dan alat kesehatan," ucapnya.
Salah satu yang langsung terkait penyelenggaraan pelayanan JKN itu tentunya bersama-sama untuk kepentingan masyarakat.
"Tentunya keberadaan perhimpunan ini mampu memberikan masukan terhadap kebijakan secara seimbang dan semua mendapatkan manfaatnya," cetusnya.
Sementara Ketua ARSSI (Assosiasi rumah sakit swasta seluruh Indonesia) Yudhy Iskandar menambahkan keberadaannya itu bagian dari perhimpunan yang spesifiknya untuk rumah sakit swasta.
"Keuntungannya pertama mungkin terutama silaturahmi, karena berhimpun pasti nantinya akan ada sharing keilmuan, kebijakan pemerintah lebih mudah informasi akan berjalan dengan baik," ucap pria yang menjabat Direktur RS Annisa Citeureup.
Untuk keanggotaan kurang lebih ada 40 sampai 50 perwakilan dari Rumah Sakit di Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.
Senada dikatakan Ketua Panitia kegiatan halal bihalal, Mula Dharma mengungkapkan pertemuan ARSSI Persi pihaknya mencoba untuk saling bergandengan tangan dengan tujuannya melakukan silaturahmi baik di beberapa rumah sakit pemerintah maupun swasta.
"Pertemuan supaya bisa sinergis dalam hal melayani pelayanan kepada masyarakat terkait kesehatan," ungkapnya.
Dirinya berharap baik institusi rumah sakit pemerintah dan swasta bisa sinergis dalam apalagi pemerintah pusat, mengharapkan JKN ini benar-benar bisa dijalankan secara baik dan menyeluruh.
"Kami insan rumah sakit pada dasarnya apalagi swasta itu tidak menjadi satu kendala, bahwa yang menjadi aturan-aturan beberapa BPJS yang diterapkan kami tetap mencari solusi terbaik," katanya. (abi)
Editor : Muhammad Ruri Ariatullah