RADAR BOGOR - Akses jalan ke Pasar Jambu Dua via Jalan Ciremai Ujung, Kecamatan Bogor Utara kembali ditutup pada Rabu (1/5/2024).
Kondisi ini pun sempat membuat masyarakat, pembeli, dan pedagang di Pasar Jambu Dua kebingungan. Sejumlah kendaraan terpaksa putar arah dan mencari jalan alternatif lain.
Sementara itu, warga yang berjalan kaki lebih memilih untuk memaksakan diri tetap melintas meskipun mesti bersusah payah melewati jalur sempit.
Kejadian ini pun disayangkan Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Jenal Abidin. Ia menyebut, penutupan itu dilakukan sepihak oleh Pengelola Mal Plaza Jambu Dua.
Jenal menjelaskan, selama proses penyelesaian polemik akses jalan tersebut pihaknya selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bogor.
Dalam komunikasi yang terjalin antara Perumda PPJ, Pemkot Bogor, dan Pengelola Mall Jambu Dua, dirinya selalu meminta agar tidak ada penutupan secara sepihak.
"Sejak dulu kesepakatan dan dalam siteplan awal, akses itu memang harus tetap ada. Kemudian, pada awal tahun 2024 juga sudah ada kesepakatan. Pembukaan jalan itu akan berlaku sampai 30 April 2024, tapi (setelahnya) tidak boleh sewenang-wenang ditutup," ucapnya
Ia mengatakan, hal-hal yang belum disepakati sekarang harus dibicarakaan telebih dahulu. Penutupan baru boleh dilakukan menurutnya sampai ada jalan alternatif atau solusi permanen untuk akses ke Pasar Jambu Dua.
Keputusan sepihak ini pun akhirnya disampaikan Jenal kepada Pemkot Bogor terutama Asisten dan Bagian hukum di Sekretariat Daerah (Setda).
Ia mendorong agar akses itu kembali dibuka karena menjadi pintu masuk utama bagi para pembeli dan pedagang.
"Saya juga sudah telepon perwakilan dari Pengelola Plaza Jambu Dua tapi sampai sekarang belum ada respon. Maka dari itu kami koordinasi dengan Pemkot untuk bertemu dan berdiskusi dengan mereka," ucap Jenal.
Penutupan akses tersebut pun diakuinya menghambat lalu lintas ke arah Pasar Jambu Dua. Aktivitas jual beli akhirnya terganggu.
Bahkan menurutnya kejadian itu membuatnya harus menemui pedagang supaya kondusifitas tetap terjaga.
Untuk sementara waktu, akses keluar masuk Pasar Jambu Dua pun dipindahkan melalui jalur yang berada di pinggir Jalan Ahmad Yani.
Polemik akses jalan Pasar Jambu Dua mulai terjadi pada tanggal 18 Desember 2023 lalu. Saat itu akses jalan ditutup oleh pengelola Mal Plaza Jambu Dua dengan alasan adanya rencana pelebaran bangunan Mal Jambu Dua untuk membangun lahan parkir.
Hal itu pun diprotes oleh para pedagang sehingga muncul aksi unjuk rasa pada tanggal 22 Desember 2023.
Setelah ditutup selama beberapa hari, Wali Kota Bogor periode 2014-2024, Bima Arya pun mendatangi lokasi dan mendengarkan keluhan pedagang pada Selasa 9 Januari 2024.
Jajaran Pemerintah Kota Bogor bersama Pengelola Mall Jambu Dua, PT Graha Agung Wibawa akhirnya bersepakat untuk membuka kembali membuka akses jalan menuju Pasar Jambu Dua. Namun hanya dengan lebar 2 meter saja.
Kesepakatan ini tercapai usai kedua belah pihak melakukan pertemuan pada Rabu, 10 Januari 2024.
Pada Kamis 11 Januari 2024, Bima Arya mendesak agar jalan tersebut dibuka dengan ukuran normal. Jalan dengan lebar 2 meter menurut dia tidak cukup untuk mobilitas warga dan pedagang.
Pemerintah Kota Bogor bersama Pengelola Mal Plaza Jambu Dua akhirnya bersepakat untuk membuka kembali akses jalan tembusan ke Pasar Jambu Dua.
Kebijakan ini akhirnya tercapai setelah kedua belah pihak kembali bertemu pada Jumat, 12 Januari 2024.
Setelah perbaikan di jalan itu selesai dalam beberapa hari berikutnya, akses ini pun kembali dibuka secara normal.
Bima saat itu menjelaskan, akses tersebut dibuka dan bisa kembali digunakan hingga jalan tembusan baru menuju Pasar Jambu Dua selesai dibangun. Jalan tembusan baru ini saat itu ditargetkan rampung maksimal di Bulan April 2024.
Setelah masa pembukaan itu habis di tanggal 30 April 2024 belum ada jalan tembusan baru yang fibangun Pemkot Bogor dan akses itu pun kembali ditutup dan tidak bisa digunakan untuk aktivitas Pasar. (fat)
Editor : Yosep Awaludin