Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pengelola Mal Kembali Tutup Jalan Pasar Jambu Dua, Bikin Susah Pedagang dan Pembeli 

Reka Faturachman • Kamis, 2 Mei 2024 | 10:46 WIB
Akses jalan ke Pasar Jambu Dua yang kembali ditutup oleh pengelola mall pada Rabu (1/5/2024).
Akses jalan ke Pasar Jambu Dua yang kembali ditutup oleh pengelola mall pada Rabu (1/5/2024).

RADAR BOGOR - Ditutupnya kembali akses jalan menuju Pasar Jambu Dua via Ciremai Ujung pada Rabu (1/5/2024) membuat para pembeli dan pedagang kesusahan.

Penutupan akses jalan ini, membuat masyarakat yang ingin berbelanja ke Pasar Jambu Dua dari arah Jalan Padjajaran dan Ciremai mesti menempuh jalur lain yang jaraknya lebih jauh dan membutuhkan waktu lama.

Kondisi ini juga turut berdampak pada aktivitas jual beli yang menurun. Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Jambu Dua, Sarfiah mengungkapkan, penutupan akses jalan itu membuat Pasar Jambu Dua sepi pengunjung.

"Efeknya luar biasa. Angkot 08 dan 08A yang biasa mengantarkan pembeli, sekarang tidak bisa masuk ke area Pasar. Padahal kebanyakan pembeli itu naik angkot. Karena angkotnya lewat Ahmad Yani pembeli jadi harus jalan jauh. Ini sangat memberatkan apalagi kalau mereka sembari barang belanjaan," keluh Sarfiah kepada Radar Bogor.

Dirinya menduga hal itu membuat para pembeli akhirnya malas untuk pergi ke Pasar Jambu Dua dan lebih memilih berbelanja ke pasar lain yang lebih mudah dijangkau.

Tak hanya para pengguna jasa angkot, warga Ciremai Ujung dan Kelurahan Bantarjati yang biasanya cukup berjalan kaki menuju Pasar Jambu Dua kini turut kesusahan. Akses itu saat ini sama sekali tidak bisa dilalui, bahkan oleh para pejalan kaki sekalipun.

"Penutupan kedua ini lebih parah. Waktu penutupan pertama mereka masih bisa jalan kaki. Sekarang ditutup total bahkan yang jalan kaki tidak bisa lewat. Bahkan tadi ada yang memaksa sampai naik lewat jembatan. Ini tidak berperikemanusiaan," tegas Sarfiah.

Ia khawatir apabila penutupan terus belanjut membuat aktivitas jual beli di Pasar Jambu Dua mati. Oleh karena itu ia berharap ada solusi terbaik yang diambil oleh Pemkot Bogor dalam waktu yang cepat sehingga akses jalan dapat kembali dibuka.

Sebab jika tidak, dirinya menyebut para pedagang akan kembali melakukan aksi demonstrasi menuntut dibukanya kembali akses jalan tersebut.

"Saya tidak bisa menutup kemungkinan untuk tidak berdemo. Karena ini urusan perut. Sekarang saya masih bisa meredam teman-teman pedagang yang menunggu. Tapi perlu diketahui di pasar itu banyak orang dengan berbagai mindset dan tingkat pendidikan, banyak yang sudsh menyuarakan untuk berdemo," tekannya.

Lebih jauh, Sarfiah berpendapat polemik akses jalan ini berpotensi membuat pengembang Pasar Jambu Dua baru terancam merugi.

Ia khawatir banyak teman pedagangnya yang pindah karena tidak sanggup membayar cicilan ditengah kondisi jual beli yang menurun. (fat)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #akses jalan #Pasar Jambu Dua