RADAR BOGOR - Usai mendapat penolakan dari sejumlah tokoh masyarakat, Patung Dewi Kencana di wisata Pakis Hills Puncak masih berdiri kokoh.
Mediasi yang dilakukan aparat Kecamatan Cisarua dengan pengelola, pun belum sampai pada kesepakatan untuk membongkar patung tersebut.
Camat Cisarua Heri Risnandar mengatakan, sejauh ini pihak pengelola telah menjelaskan terkait latar belakang berdirinya patung Dewi Kencana tersebut.
Dari penjelasan tersebut, dia meminta pihak-pihak yang sebelumnya menolak agar memahami penjelasan pihak pengelola.
"Memang dari penjelasan Pakis Hills, patung itu hanya untuk tujuan wisata dan spot selfie, bukan untuk tujuan lain yang berkaitan dengan kepercayaan," ucapnya, Kamis (2/5).
Pihak pengelola, kata Heri, juga keberatan jika patung Dewi Kencana itu dibongkar dengan alasan keadilan.
Terlebih, patung tersebut bukan bersifat permanen melainkan dapat diganti sewaktu-waktu.
Namun demikian, pihak kecamatan juga mendesak pihak Pakis Hills untuk melengkapi perizinan, sesuai dengan peraturan dalam mendirikan obyek wisata.
"Tentu kami juga menghormati pendapatan masyarakat terkait patungnya, tapi kami selaku pemerintah juga ingin memastikan legalitas dari pengelola," tegasnya.
Sementara itu, Humas Pakis Hills Puncak Jatnika mengaku, telah menempuh proses perizinan ke Pemkab Bogor.
Termasuk izin patung tersebut yang masuk ke dalam unsur fasilitas tambahan.
"Dari dinas terkait juga sudah datang dan menyatakan bahwa kami tidak menyalahi aturan, proses izin juga sudah kami tempuh," akunya.
Terkait Patung Dewi Kencana, pihaknya keberatan jika patung tersebut dibongkar dengan alasan mengganggu kepercayaan tertentu.
"Makanya menurut kami, ada kesalahpahaman terkait patung Dewi Kencana itu. Setelah kami jelaskan, hampir semua memahami tujuan dari patung tersebut," tukasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga