Melihat Sisi Lain Pelaku Pembunuhan Wanita Dalam Koper, Salah Satu Korban Asal Bogor 

Arif Al Fajar • Dipublikasikan Senin, 6 Mei 2024 | 11:21 WIB
Ilustrasi pembunuhan wanita dalam koper.
Ilustrasi pembunuhan wanita dalam koper.

RADAR BOGOR - Masyarakat dikejutkan dengan kasus pembunuhan dalam koper. Ada dua kasus dalam waktu berdekatan. Pertama di Bekasi, kedua di Jimbaran Bali. Korbannya sama-sama seorang wanita.

Pada umumnya masyarakat memandang pembunuhan sebagai suatu tindakan yang keji dan tidak bisa diterima dengan alasan apapun.

Namun, bagaimana jika kasus ini dilihat dari kacamata psikologi? Apa yang sebenarnya ada di dalam psikologis pelaku pembunuhan? Apa yang membuat pelaku melakukan hal yang keji?

Psikolog yang juga Kepala Biro Psikologi Rumah Cinta, Bogor, Retno Lelyani Dewi memaparkan, secara psikologis tiap kasus pasti memiliki sudut pandang yang berbeda-beda.

Ada banyak variabel. Setiap pelaku pembunuhan memiliki kondisi psikologis yang berbeda-beda dan tidak bisa disamakan.

"Jadi banyak variabel yang menjadikan pelaku ini nekat membunuh," katanya kepada Radar Bogor Selasa (6/5/2024).

Kata dia, jika dilihat dari motif para pelaku pembunuhan mayat dalam koper itu dikarenakan adanya kepanikan. Secara tidak sadar ia melakukan aksi keji itu.

Seperti yang di Bekasi, korban meminta dinikahi. Dari sana pelaku diduga panik dan akhirnya memilih menghabisi nyawa korban.

Pun dengan kasus di Bali, pelaku tega membunuh korbannya lantaran korban meminta bayaran lebih. Pelaku panik dan tertekan sehingga nekat menghabisi nyawa korbannya.

"Jadi terdesak, stres dan panik, secara tidak sadar membuat pelaku ini melakukan aksi pembunuhan," tuturnya.

Selain itu, kata dia, otak manusia lebih cepat untuk merekam secara detail memori-memori negatif. Sehingga pelaku bisa terinspirasi dari kasus-kasus sebelumnya.

Seperti pelaku yang memasukkan mayat dalam koper. Kata retno, Itu bisa dari memori negatif yang pernah ia terima. Sehingga melakukan hal yang serupa.

"Saat sudah terjadi pembunuhan itu, secara alam bawah sadarnya mengingat memori tentang cara membuang mayatnya, akhirnya ia melakukan hal serupa dengan memasukan mayat korbannya dalam koper," tukasnya. (all)

Editor : Yosep Awaludin
bogor pembunuhan Wanita dalam Koper