RADAR BOGOR - Bencana tanah longsor yang melanda tebingan di Jembatan Dua Cilebut Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor hingga saat ini belum mendapat penanganan.
Kondisi ini pun membuat arus lalu lintas di sekitar kawasan ini terganggu. Amblasnya badan jalan itu membuat sebagian akses kendaraan ditutup dan memaksa para pengguna jalan mesti bergantian saat melintas.
Hal ini kemudian dikeluhkan oleh warga setempat yang selalu terjebak macet setiap kali melintas di Jembatan Dua Cilebut tersebut. Salah seorang warga, Kusnadi menyebut, kemacetan kerap terjadi setiap pagi dan sore hari.
"Longsor membuat jalan ini macet panjang. Mobil dan motor harus antre saat ingin lewat. Makanya warga berinisiatif mengatur jalan dan menerapkan buka tutup supaya tidak bertambah parah macetnya," terang dia saat ditemui Radar Bogor, Senin (6/5/2024).
Kusnadi berharap pejabat terkait dapat segera menangani longsor tersebut. Menurutnya perbaikan perlu cepat dilakukan untuk mencegah adanya longsor susulan dan kerawanan lain.
"Kami khawatir kalau tidak segera diperbaiki jalan ini tiba-tiba amblas dan makan korban. Apalagi di sisi kanannya sudah retak," ucapnya.
Bencana tanah longsor di tebingan Jembatan Dua Cilebut ini terjadi pada Sabtu (30/4/2024) lalu sekira pukul 22.30 WIB Longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur Kota Bogor saat itu.
Longsor melanda tebingan setinggi 20 meter dan lebar 10 meter. Selain memakan sebagian badan jalan, longsor juga membuat aliran Sungai Cipakancilan sempat tertutup.
Penanganan sementara telah dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor pada saat itu melalui pemasangan terpal. (fat)
Editor : Yosep Awaludin