RADAR BOGOR -Konflik agraria dalam pengelolaan tanah perkebunan pada PT HI dengan masyarakat Nanggung, Kabupaten Bogor sudah berlangsung lama.
Dimulai sejak tahun 2011. Puncaknya, terjadi pada Senin (7/5/2024). Ribuan warga nanggung demo di kantor ATR BPN Cibinong.
Tanaman pisang menjadi komoditas andalan di lahan garapan tersebut. Tanaman itu menjadi tanaman yang pertama ditanam oleh penggarap lahan juga masyarakat di sana.
Jenisnya pisang kepok, pisang Ambon dan pisang uli. Pohon-pohon pisang itu cukup mendominasi, dari 244,89 hektare luas lahan, 80 persen terdapat pohon pisang.
"Untuk pohon pisang sebenarnya tidak tersentral, tapi 80 persen lahan, itu ada tanaman pisangnya," kata Didih Suryadi, ketua umum Perkumpulan Petani AMANAT, kepada Radar Bogor Selasa (7/5/2024).
Didih memaparkan, di lahan garapan itu ditanam berbagai jenis tanaman. Selain pisang ada juga tanaman palawija. Terbaru sedang mengembangkan tanaman jagung di sana. "Jagung ada 7 hektare," tuturnya.
Selain perkebunan, di atas tanah tersebut juga terdapat fasilitas umum dan pemukiman. Ada sekolah negeri, ada kantor polisi juga pemukim penduduk. "Termasuk relokasi warga terdampak bencana, itu juga ada di sana," tuturnya.
Perjuangan warga hak atas tanah oleh perkumpulan Petani AMANAT ini, kata dia bukan kali pertama terjadi.
Aksi demo sudah dua kali terjadi. Pertama pada tahun 2012 juga masyarakat melakukan hal serupa.
"Tahun 2012 kami demo juga meminta untuk tidak memperpanjang HGU. Kemarin kami demo lagi," tuturnya.
Ia mengatakan, konflik agraria di Kecamatan Nanggung itu dimulai pada 2010-2011. Saat itu sejumlah kandang ternak warga serta tanaman yang digarap masyarakat dibabat dibasmi untuk ditanami pohon sawit. "Masyarakat tidak tinggal diam, melawan saat itu,"tuturnya.
Perjuangan masyarakat pun terus berlanjut. Didih mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk memperjuangan tanah tersebut.
Termasuk ke Komnas HAM dan ke kantor staf presiden. "Sudah bebagai upaya kami lakukan," paparnya.
Iapun berharap agar pemerintah lebih berpihak kepada masyarakat. Apalagi kata dia di atas tanah tersebut menyangkut kehidupan ribuan warga nanggung.
"Kemarin yang demo itu baru beberapa saja, masih ada ribuan warga lainya. Jadi kami harap pemerintah lebih berpihak kepada masyarakat," tukasnya. (all)
Editor : Yosep Awaludin