RADAR BOGOR - BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor mencatat, adanya penurunan okupansi hotel di Puncak Bogor, pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1445H/2024.
Menurut data PHRI, penurunan okupansi hotel di Puncak Bogor terjadi hingga 70 persen.
Ketua BPC PHRI Kabupaten Bogor, Juju Junaedi menyebut, penurunan okupansi hotel di Puncak Bogor terjadi disebabkan oleh sejumlah faktor.
"Banyak faktor, terutama salah satunya faktor ekonomi," ungkapnya kepada wartawan, Selasa (7/5).
Namun kata dia, faktor lainnya yang saat berpengaruh, yakni tren wisatawan yang hanya sebatas one day trip, atau liburan dalam satu hari.
Sehingga wisatawan tidak menginap atau memakai jasa penginapan.
"Kemudian tren liburan sekarang menginap di camping ground, glamping atau wahana lainnya," jelas Juju.
Kondisi tersebut memaksa PHRI Kabupaten Bogor untuk mengevaluasi diri.
Bagaimana pengelola hotel membuat inovasi yang dapat menarik kunjungan wisatawan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor Yudi Santosa mengatakan, event-event besar akan digelar di Kawasan Puncak untuk lebih menarik kunjungan wisatawan.
Nantinya, wisatawan diarahkan untuk menginap di hotel-hotel di Kabupaten Bogor, sambil mengikuti rangkaian event tersebut.
"Kita jual tiket skema bundling, jadi wisatawan tidak one day trip, mereka kami wajibkan menginap di hotel-hotel di Kabupaten Bogor," tandasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga