RADAR BOGOR - Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Bogor untuk mencegah kembali terjadinya kecurangan, atau praktik pemalsuan dokumen dalam pelaksanaan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) di tahun 2024.
Salah satunya melalui pembentukan tim khusus pelaksanaan PPDB, yang turut melibatkan Disdukcapil, dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda), mencegah praktik pemalsuan dokumen di Kota Bogor.
Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari menegaskan, keterlibatan Disdukcapil dalam pelaksanaan PPDB, untuk mencegah praktik pemalsuan dokumen yang marak terjadi.
Disdukcapil bahkan akan dilibatkan sejak awal rapat persiapan PPDB.
"Jadi saya mengarahkan lewat Asisten dan Sekda untuk rapat PPDB lebih cepat, melibatkan Disdik, Disdukcapil, dan yang mengurusi Adminduk," ujarnya, Rabu (8/5/2024).
Hery menjelaskan, mekanisme PPDB tahun ini akan sesuai dengan Peraturan Wali Kota Bogor terbaru, terkait PPDB yang diresmikan Wali Kota Periode 2014-2024, Bima Arya.
"Panitia PPDB di sekolah harus memastikan sebelum siswa tersebut eligible terdaftar, dokumennya harus dipastikan sah dan valid," terang Hery.
Ia pun berjanji akan mengarahkan Disdukcapil untuk menyelenggarakan pelatihan tata cara verifikasi dokumen bagi para panitia PPDB di sekolah.
Verikasi melalui pemindaian barcode dokumen itu akan menggantikan sistem verifikasi lama yakni secara manual lewat kasat mata saja.
Kepala Disdukcapil Kota Bogor, Ganjar Gunawan menggaransi akan melakukan evaluasi dari sisi verifikasi, validasi, dan koordinasi terkait hal-hal yang bersinggungan dengan penyelenggaraan PPDB.
Pihaknya bakal berkoordinasi dengan Disdik agar para panitia di sekolah memiliki kemampuan dalam memindai barcode dokumen yang digunakan dalam pendaftaran PPDB.
"Ketika ditemukan ada dokumen invalid akan segera dikomunikasikan dengan Disdukcapil. Lalu akan kami cek di sistem. Selanjutnya bisa tau keberadaan seseorang dari database Disdukcapil," jelas Ganjar.
Ia mengungkapkan, cara itu lebih efektif ketimbang mesti melakukan verifikasi ke lapangan.
Sebab jumlah pendaftar dalam PPDB bisa mencapai ribuan orang.
Terlebih di tahun ini, pihaknya juga akan mengerjar target perekaman pemilih pemula dan migrasi KTP Digital.
Ganjar berharap, koordinasi yang dibangun antara pihaknya dengan Disdik sejak awal itu, dapat memitigasi kejadian kecurangan kembali terulang.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga