Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Melihat Sisi Lain Kasus Video Viral Anak Kelaparan di Bogor, Begini Penjelasan Psikolog

Arif Al Fajar • Kamis, 9 Mei 2024 | 10:49 WIB
Gibran, warga Bojong Gede Bogor yang viral karena menangis kelaparan, kini menjadi penerima bansos.
Gibran, warga Bojong Gede Bogor yang viral karena menangis kelaparan, kini menjadi penerima bansos.

RADAR BOGOR - Video anak laki-laki kelaparan meminta makan, namun dimarahi ibunya di Bogor menyita banyak perhatian masyarakat.

Banyak netizen yang menyayangkan hal tersebut terjadi. Tidak sedikit netizen menyayangkan pemerintah setempat yang tak tau warganya kelaparan.

Bagaimana jika kasus ini dilihat dari kacamata psikologi? Apa yang sebenarnya ada di dalam psikologis anak kelaparan tersebut?

Retno menduga, peristiwa tersebut merupakan akumulasi tekanan batin yang membuncah. Sehingga sang ibu meluapkan emosinya dengan tidak sengaja memarahi anaknya yang merengek meminta makan.

"Mungkin, dalam pikirannya itu banyak yang dipikirkan, ditambah rengekan anaknya yang terus menerus, akhirnya tak terbendung dan membuatnya tak sadar melakukan hal tersebut," paparnya.

Sementara itu untuk anak lelaki, secara psikologis kata dia, persoalan makan menjadi hal yang mendasar.

Kata dia, anak laki-laki cenderung tidak bisa menahan lapar ketimbang anak perempuan. "Karena anak laki-laki itu lebih ke fisik, sedangkan anak perempuan ke perasaan," tuturnya.

Butuh Pendampingan Psikolog

Retno memaparkan, ibu dalam video tersebut harus mendapatkan pendampingan psikolog. Hal itu untuk memastikan kondisi mentalnya dalam keadaan baik.

Untuk itu peran dinas sosial kabupaten Bogor untuk memberikan pendampingan sangat perlu. "Harus ada pendampingan psikolog, bisa dari dinsos," tuturnya.

Selain itu peran serta pemerintah setempat juga sangat dibutuhkan. Harus benar-benar memastikan tidak ada warganya yang kelaparan. Karena makan adalah kebutuhan dasar setiap manusia.

"Peran pemerintah setempat, RT, RW juga tetangga ini juga perlu, memastikan tidak ada warganya yang kelaparan," paparnya.

Ia mencontohkan, di beberapa wilayah, pemerintah setempat hingga RT, RW dan masyarakat di lingkungan saling peduli.

"Jadi warga yang memiliki finansial berlebih, itu berbagi dengan warga yang kurang mampu. Sehingga di wilayah itu tidak ada yang kelaparan," tukasnya. (all)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #kelaparan #psikolog